17 January 2022, 23:25 WIB

Permintaan Kaveling Meningkat, Podomoro Park Siapkan Lahan Siap Bangun


Bayu Anggoro | Nusantara

 

PERMINTAAN tanah kaveling terus meningkat. Berbagai lembaga survei properti menyebut 2022 merupakan tahun yang akan memberikan dampak besar bagi para pengembang di Indonesia.

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi.co.id, tidak hanya
penjualan rumah, permintaan tanah kaveling juga terus meningkat di tahun ini.

Tanah merupakan instrumen investasi yang terbilang tahan banting
menghadapi kondisi sulit dan krisis. Hal itu dibuktikan oleh harga tanah yang terus meningkat setiap tahunnya meski Indonesia mengalami badai pandemi covid-19 sejak 2020.

Data Lamudi.co.id sebagai penyedia laman properti menyebut, terdapat
peningkatan angka sebesar 31,41% di kuartal IV 2021 jika dibandingkan
kuartal III di tahun yang sama. Peningkatan pencarian permintaan lahan
siap bangun sebesar 31,41% ini salah satu indikasi kuatnya investasi
tanah diterjang berbagai krisis termasuk pandemi.

"Pencarian lahan siap bangun di kota-kota besar di Indonesia terus
meningkat dan diprediksi akan terus menguat di tahun ini. Salah satu
peningkatan permintaan penjualan lahan siap bangun berada di kota-kota
besar seperti Bogor, Bandung, Medan, Bali dan Jogja," katanya di
Bandung, Senin (17/1).

Menurutnya, kota-kota ini dianggap punya instrumen investasi yang kuat
jangka panjang. "Makannya banyak pembeli lahan siap bangun mengincar
kota ini," jelas Mart.

Selain itu, menurut Mart, kenaikan harga tanah bisa mencapai 10%-20% per tahun tergantung dari daya tarik lokasi tersebut. Untuk itu banyak
developer yang terus berupaya membangun kawasannya agar memiliki daya
saing dan menjadi target investasi calon konsumen.


Podomoro Park

Menanggapi hasil kajian Lamudi.co.id, Marketing GM Podomoro Park Tedi
Guswana menyatakan pihaknya sudah memprediksi kondisi itu sejak 2021. Permintaan ahan siap bangun di kawasan Podomoro Park sudah ramai ditanyakan konsumen sejak 2021.

"Kami sudah prediksi dari 2021 bahwa ada kecenderungan permintaan lahan
siap bangun terus meningkat. Selain untuk investasi, juga kebutuhan pembangunan yang berbeda. Jadi untuk mengakomodir itu kita siapkan Land Bank type Ananta," Jelas Tedi.

Selain itu, berdasarkan data kelompok umur pencari lahan siap bangun berada di rentang 25-34 dan 18-24 tahun.

Menurut Tedi, berdasarkan kelompok umur tersebut terdapat data yang bisa diintrepretasikan oleh developer. "Dari data yang ditampilkan
oleh Lamudi kita lihat kelompok usia milenial memilih lahan siap bangun
karena keinginan desain yang disesuaikan bisa untuk usaha, kantor,
studio. Intinya yang punya fleksibilitas tinggi," ungkap Tedi.

Selanjutnya, salah satu faktor tingginya permintaan lahan siap bangun di Podomoro Park adalah kawasannya yang istimewa. Mengusung konsep resort, penghuni akan merasa tinggal di kawasan yang sejuk dan asri karena pengalokasian 50% lahan untuk kawasan terbuka hijau menjadi kekuatan dan daya tarik Podomoro Park.

"Kawasan itu ya faktor yang paling diincar. Kita punya danau, fasilitas
olahraga lengkap, belum lagi konsep one stop living di kawasan seluas
130 hektare," katanya.

Fasilitas dan kemudahan cara bayar, jadi faktor tingginya pembelian Kaveling.

Meski banyak konsumen yang memilih lahan siap bangun karena perawatannya yang mudah, murah dan punya nilai capital gain tinggi, tak sedikit orang yang memperhitungkan pembelian tanah kaveling melalui cara bayarnya.
 
Salah satu konsumen pembelian lahan siap bangun tipe Ananta di Podomoro
Park, Irwan, 37, mengungkap rasa bahagianya setelah memiliki lahan siap
bangun di kawasan terpadu Podomoro Park.

"Pada 2021 akhir, saya investasi lahan di type Ananta. Capital gain
lebih dari 12% per tahun jadi pertimbangan besar," jelas Irwan.

Kendati bukan asli Bandung, dirinya memilih investasi di kawasan Bandung selatan karena Podomoro Park punya instrument investasi yang
diperkirakan akan terus meningkat seperti kawasan hijau, danau,
fasilitas, dan potensi Kabupaten Bandung di bidang ekonomi dan
pariwisata.

Untuk itu diirinya tidak mau berlama-lama menunggu harga lahan siap
bangun menjadi lebih mahal.

"Saya mungkin termasuk konsumen awal di tipe Ananta. Kemudahan cara
bayar melalui cash bertahap dan potongan untuk harga awal jadi keputusan tepat saya pada 2021 untuk investasi," tegas Irwan saat
diwawancara melalui sambungan telepon. (N-2)

BERITA TERKAIT