14 January 2022, 20:13 WIB

Gempa Susulan Banten Semakin Melemah, BMKG Minta Masyarakat Tenang


Atalya Puspa | Nusantara

HINGGA pukul 17.20 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mencatat adanya lima kali gempa susulan di wilayah Banten.

"Gempa sususlan memiliki magnitudo tertinggi sebesar 5,7 dan terendah 3,5," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (14/1).

Berdasarkan pemantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi semakin lama semakin melemah. Selain itu, hingga kini tidak terlihat adanya kenaikan permukaan air laut.

Untuk itu, Dwikorita mengimbau agar masyarakat tidak panik namun harus tetap waspada. Ia mengimbau agar masyarakat memastikan tempat tinggalnya cukup tahan terhadap gempa. "Pastikan kestabilan bangunan sebelum anda kenbali ke rumah," tegas dia.

Selain itu, masyarakat juga diminta agar jangan sampai terpengaruh pada isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk mendapatkan informasi terkini, masyarakat bisa mengakses kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi di website, telegram chanel BMKG dan aplikasi BMKG.

Baca juga: Gempa Banten, BMKG Catat Adanya Dua Gempa Susulan 

Seperti diketahui, pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 16.05.41 WIB wilayah Selatan Banten diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik. Adapun, berdasarkan pengamatan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. (OL-4)

BERITA TERKAIT