14 January 2022, 19:50 WIB

Luapan Bengawan Jero Rendam Seribuan Hektare Tambak di Lamongan


M Yakub | Nusantara

BANJIR luapan Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jatim, terus meningkat, Jumat (14/1) siang. Kondisi tersebut menyebabkan genangan banjir tidak saja merendam jalur antarkecamatan namun juga lebih dari seribuan hektare (ha) sawah tambak.

Ini karena tingginya curah hujan di kawasan selatan kabupaten setempat. Petambak resah yang resah kemudian memasang jaring diatas tambaknya agar ikan tidakterhanyut terbawa arus banjir.

Sementara genangan banjir yang merendam  pada jalur utama antarkecamatan juga terus meningkat. Jika sebelumnya tinggi genangan banjir berkisar antara 25-30 cm kini meningkat sekitar 40 cm pada sejumlah titik.

Kondisi tersebut mengakibatkan puluhan motor yang terpaksa melintas mati akibat mesin terendam banjir. Sejumlah pengemudi minibus juga tidak berani melintas jalur tersebut. " Kita kuatir mesin mati terendam air banjir," ujar Sunarto, warga asal Cerme, Gresik, Jumat (14/1).

Senada Karmudji, warga setempat. Menurut dia, genangan banjir disekitar permukiman juga terus meningkat seiring masih tingginya kiriman air dari kawasan selatan  akibat curah hujan tinggi.

Jalur itu terendam banjir itu, lanjut dia, sejumlah titik di antaranya di titik Desa Sokosari, Kecamatan Glagah, dan sejumlah titik di Kecamatan Deket, serta beberapa di kawasan Kecamatan Karangbinangun.

Selain genangani jalan antarkecamatan, banjir juga  mulai memasuki pemukiman warga. Terutama, masuk melalui saluran air disepanjang kampung. Bahkan hingga saat ini, banjir jua masih merendam lebih daru seribuan ha sawah tambak milik warga terendam banjir di sejumlah kecamatan.

Di antaranya, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Babat, Sukodadi, Karangbinangun, Karangeneng, Pucuk, Lamongan, dan Glagah. Kondisi tersebut meresahkan ribuan petani setempat. Sebab, sebagian besar terdapat ikan dan udang yang dibudidayakan petambak setempat.

"Itu yang paling meresahkan Mas, sebagian besar tambak ada ikan dan udangnya," jelas Majid, petambak di Karangabinangun secara terpisah.

Ia juga menjelaskan, untuk antispasi agar ikan tidak terbawa arus banjir, perambak di sejumlah kecamatan itu kemudian memasang jaring di atas tanggul. Hal ini untuk menguranggi kerugian yang dialami petani tambak akibat banjir luapan Bengawan Jero. "Karena mau di panen ikan juga masih belum waktunya," pungkas dia.(OL-13)

Baca Juga: OP Migor di Purwakarta Dipenuhi Warga Mengantre

 

BERITA TERKAIT