14 January 2022, 17:15 WIB

Pemkot Solo Gelar Hari Pertama Vaksinasi Booster, Sasar 400 Warga Lansia di RSUD Fatmawati


Widjajadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Solo mulai gulirkan vaksinasi ketiga atau booster bagi warga lanjut usia (lansia), saat stok vaksin mulai sangat menipis. Sedikitnya 400 warga lansia dilayani vaksin penguat di RSUD Fatmawati Soekarno, Ngipang, Banjarsari, diikuti 400 warga, Jumat (14/1).

"Ketersediaan vaksin booster masih terbatas. Namun demikian kelompok lansia dan rentan harus segera diselesaikan," ungkap Wali Kota Solo Gibran di Loji Gandrung seusai menerima kedatangan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha, Jumat menjelang sore.

Dia katakan, keberadaan Solo diyakini tidak ada bedanya dengan daerah lain di Tanah Air dalam memulai vaksinasi booster. Hal ini mengingat persediaan vaksin semua menipis.

Meski begitu, lanjut dia, Kota Solo akan mencoba meminjam ke daerah lain, yang stoknya masih mencukupi. Sejumlah daerah, seperti Pemalang yang kabarnya masih memiliki stok mencukupi,telah dihubungi sembari menunggu kedatangan pasokan vaksin booster dari Pemerintah Pusat.

"Kita saling pinjam meminjam. Hampir semua kota dihubungi astrazeneca. Pada saat sama pengajuan ke pusat jita kita lakukan. Dandim dan Kapolres juga siap membantu program ini, dan mudah mudahan semua lancar," kata Gibran.

Saat meninjau vaksinasin booster untum lansia di RSUD Fatmawati, ia melihat antusiasme warga. Hari pertama diharapkan 400 warga terlayani dengan baik. ''Warga Lansia sangat antusias sekali, lancar, semuanya semoga bisa tambah sehat setelah dapat booster," tegas Gibran. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih menyampaikan, dari data jumlah lansia yang di Solo sekitar 72 ribu.  "Sasaran vaksin booster di Solo, nanti semua lansia harus mendapatkan booster. Tadi yang vaksinasi lansia ada 55 ribu berapa, dari 72 ribu. Jadi sudah sudah 93 persen, harus divaksin," katanya.

Terkait vaksinasi dosis satu anak 6-11 tahun di Kota Solo, hingga Jumat sudah mencapai 84,5% dari sasaran yang mencapai 57 ribu anak lebih, sejak 22 Desember silam. (WJ/OL-10)

BERITA TERKAIT