14 January 2022, 15:40 WIB

Rela Antre Sejak Pagi Demi Dua Liter Minyak Goreng


Dwi Apriani | Nusantara

SALIFAH, 54, warga Kecamatan Gandus Palembang, rela berangkat ke Pasar Gandus sejak pukul 06.30 WIB. Dengan mengayuh sepeda tua miliknya, Salifah menuju pasar yang jaraknya sekitar satu kilometer dari rumahnya, dengan harapan besar mendapat minyak goreng murah.

Sehari sebelumnya, Salifah sudah mendapatkan informasi dari tetangganya bahwa akan ada operasi pasar di Pasar Gandus. Nenek dari 3 orang cucu ini pun mengaku, saat ini mengalami kesulitan karena harga pangan yang melonjak.

''Minggu-minggu kemarin, telur dan ayam naik. Cabai juga, tapi cabai kami tanam sendiri dirumah jadi tidak begitu terasa. Sekarang minyak goreng dan beras yang naik. Kemarin tetangga rumah kasih kabar kalau ada operasi pasar murah, jadi saya bela-belain pergi pagi ke pasar,'' jelasnya, Jumat (14/1/2022).

Setelah tiba di pasar, ternyata ia harus menunggu karena operasi pasar belum dimulai. Setelah hampir satu jam lebih menunggu, akhirnya Pemerintah Kota Palembang pun memulai kegiatan operasi pasar di pasar itu.

''Saya ikut antrean panjang, karena saya memang datang dari pagi, maka saya ada di antrean depan dan tidak menunggu lama untuk bisa mendapatkan minyak goreng murah,'' kata dia.

Ia mengungkapkan, harga dalam operasi pasar itu sangat jauh berbeda dengan harga yang dijual saat ini di toko atau di warung. ''Kalau beli di toko di pasar, minyak goreng sekitar Rp19.000 bahkan ada yang Rp20.000 per liternya. Kalau di operasi pasar ini harganya Rp14.000 per liter. Namun pembeliannya dibatasi satu orang dua liter,'' jelas Salifah.

Meski dibatasi, ia sangat bersyukur bisa pulang ke rumah membawa dua liter minyak goreng. ''Setidaknya aman untuk satu bulan ke depan. Bisa masak dengan minyak goreng yang harganya murah,'' kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau pelaksanaan operasi pasar murah mengatakan, saat ini memang harga sejumlah komoditas pangan sedang fluktuatif. Karenanya pihaknya akan terus menggelar operasi pasar agar masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga yang murah.

''Operasi pasar murah seperti ini tentu akan sangat membantu masyarakat menengah kebawah. Karena memang saat ini harga sembako ada beberapa yang tinggi. Salah satunya minyak goreng, karenanya dengan operasi pasar seperti ini, bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,'' jelasnya.

Meski begitu, Fitrianti meminta dan mengimbau agar masyarakat Kota Palembang tetap berhemat dalam menggunakan bahan pangan pokok. Untuk bahan pangan seperti cabai, tomat dan sayur mayur, Fitrianti meminta agar masyarakat Palembang giat dan aktif menanam sendiri dirumah.

''Jadi pengeluaran bisa lebih dihemat. Kami imbau agar semua rumah tangga bisa menggalakkan kemandirian pangan di rumah mereka masing-masing,'' pungkasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT