14 January 2022, 19:15 WIB

Capaian Vaksinasi Anak di Kota Sukabumi Sudah 33,83%


Benny Bastiandy | Nusantara

VAKSINASI covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat sudah berjalan hampir tiga pekan. Sejauh ini cakupan dosis pertama sudah mencapai kisaran 33,83%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Lulis Delawati mengatakan persentase capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun setiap harinya terus berprogres. Hal itu tak terlepas upaya percepatan yang dilakukan dengan melakukan layanan vaksinasi secara jemput bola.

"Berdasarkan data pada dashboard KPCPEN (Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), hingga hari ini sudah mencapai 33,83% atau sebanyak 11.436 orang," kata Lulis dihubungi Media Indonesia, Jumat (14/1).

Sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Sukabumi sebanyak 33.805 orang. Mereka merupakan para pelajar tingkat sekolah dasar dan sederajat.

Vaksinasi anak usia di Kota Sukabumi dimulai sejak 22 Desember 2021. Pelaksanaannya dilakukan dengan mendatangi langsung setiap sekolah. "Sampai sekarang masih terus berlangsung," terangnya.

Untuk mencapai target 100%, dibutuhkan capaian vaksinasi sekitar 66,17% lagi. Lulis optimistis target bisa tercapai. "Target selesainya dijadwalkan pada 18 Januari 2022 untuk dosis pertama," jelasnya.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, pun rutin memonitoring pelaksanakan vaksinasi kalangan anak usia 6-11 yang sekarang berbarengan dengan pemberian vaksin ketiga (booster) bagi kalangan umum. Kedatangan Fahmi ke sekolah yang sedang melaksanakan vaksin sebagai bentuk memotivasi para pelajar. "Kami sedang mengejar target percepatan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun," terang Fahmi.

Akselesari itu juga tak terlepas rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%. Rencananya, PTM penuh di Kota Sukabumi diagendakan mulai 17 Januari 2022.

"Tidak perlu takut diimuniasi (vaksin). Ini penting agar kita semuanya dan Kota Sukabumi kembali jadi sehat. Terutama di sektor pendidikan yang selama ini banyak ketinggalan karena terdampak pandemi covid-19," pungkasnya. (OL-15)

 

 

BERITA TERKAIT