14 January 2022, 19:02 WIB

Dua Desa di Kabupaten Garut Terendam Banjir hingga Setengah Meter


Atalya Puspa | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan dua desa di wilayahnya terendam banjir pada Kamis (13/1) dengan tinggi muka air (TMA) hingga 50 sentimeter. Banjir yang yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi tersebut merendam Desa Mekarsari dan Desa Putra Jaya, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Garut masih mendata jumlah rumah dan fasilitas umum yang terdampak. Hingga Kamis (13/1) malam, belum ada laporan warga yang mengungsi.

"Selain itu, banjir di beberapa titik berangsur surut. Meski demikian, warga diminta siap siaga jika terjadi banjir susulan," kata Abdul dalam keterangan resmi, Jumat (14/1). `

Dari Kabupaten Bandung Barat dilaporkan sebanyak 218 keluarga terdampak angin puting beliung yang melanda Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa, (11/1) pukul 15.00 WIB. Angin puting beliung disertai hujan lebat tersebut menyebabkan 195 rumah rusak ringan, 23 rumah rusak sedang, dan dua fasilitas umum terdampak. 

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Bandung Barat melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna penanganan korban jiwa maupun materil. "Petugas juga melakukan pembersihan pohon-pohon yang tumbang dan menimpa rumah maupun menghalangi akses jalan," imbuhnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui kanal media sosial resminya @infobmkg mencantumkan wilayah provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang untuk 13 Januari hingga 15 Januari mendatang. Dengan peringatan dini BMKG tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, maupun tanah longsor.

Baca juga: Pemkot Palembang Siagakan Satgas Banjir

Adapun langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan seperti melakukan susur sungai bersama para ahli untuk membersihkan material yang menghambat aliran air, pemantauan dan pemeliharaan kondisi tanggul, serta memantau peningkatan debit air ketika wilayah permukiman diguyur hujan lebat. (OL-14)

BERITA TERKAIT