14 January 2022, 08:15 WIB

Warga Kepulauan di Sikka Pilih Melaut Daripada Divaksin Covid-19


Gabriel Langga | Nusantara

VAKSINASI virus Covid-19 khusus wilayah Kepulauan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terbilang masih rendah. Hal ini dipicu  warga lebih memilih melaut untuk mencari nafkah, ketimbang mengikuti vaksinasi yang digelar oleh pihak Puskesmas.

Kepala UPT Puskesmas Teluk Maumere, Talbi menyampaikan puskesmas teluk Maumere melayani masyarakat kepulauan yang terdiri dari Pulau Sukun, Pulau Pemana, Pulau Parumaan, Pulau Pangabatang, Pulau Kojadoi, Pulau Nambila dan Pulau Besar.

Ia pun mengaku dalam program vaksinasi ini cakupan vaksinasi masih terbilang rendah, baru mencapai 58 persen untuk dosis pertama. Jadi belum mencapai target nasional untuk wilayah yang ditangani oleh Puskesmas Teluk Maumere.

"Cakupan vaksinasi Covid-19 kita baru 58 persen. Kita belum capai target nasional harus mencapai 70 persen," papar dia, Jumat (14/1).

Dikatakan dia, yang membuat vaksinasi kita terbilang rendah ini dikarenakan saat hendak melakukan vaksinasi mereka banyak yang keluar. Besar kemungkinan mereka pergi melaut, karena wilayah kepulauan itu masyarakat mata pencaharian sebagai nelayan.

"Kita sudah turun langsung dan datangi mereka untuk melakukan vaksinasi, tetapi mereka tidak ada dirumah.  Mereka lebih banyak pergi melaut. Jadi sekarang vaksinasi Covid-19 kita di wilayah Puskesmas Teluk Maumere ini baru capai 58 persen," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Desa Parumaan, Mudhir mengatakan untuk wilayah desanya vaksinasi Covid-19 baru mencapai 30 persen. Padahal kata dia, pihak dari vaksinator sudah empat kali ke desanya untuk gelar vaksinasi Covid-19 tetapi warga malah pergi melaut.

"Kan sebelum digelar vaksinasi. Kita di desa ini sudah berikan pengumuman kepada warga untuk ikut vaksinasi. Dengar informasi bahwa ada vaksinasi, warganya langsung pergi melaut. " ujar dia.

Ia mengaku ada beberapa warga yang ikut vaksinasi Covid-19 dikarenakan ada yang mau pergi  kuliah dan mengurusi administrasi lainnya sehingga mereka ikut vaksinasi. "Bayangkan saja, sudah empat kali orang dari Puskesmas datang untuk gelar vaksinasi, tetapi hanya sedikit saja yang ikut. Warga yang lain malah pergi melaut. Jadi capain vaksinasi di desa kita baru 30 persen," pungkas dia. (OL-13)

Baca Juga: Di 2022 BI Optimis Ekonomi Bali bisa Tumbuh 6%

BERITA TERKAIT