13 January 2022, 21:56 WIB

UMKM Dongkrak Perekonomian Kota Malang Saat Pandemi


Bagus Suryo | Nusantara

USAHA mikro kecil menengah (UMKM) domestik menjadi pendongkrak  pertumbuhan perekonomian selama masa pandemi covid-19 di Kota Malang Jawa Timur.

"Di awal masa pandemi, UMKM Kota Malang yang berbasis e-commerce mengalami peningkatan 123% saat sektor lainnya mengalami penurunan," tegas Wali Kota Malang Sutiaji dalam Forum Ekonomi Malang Raya 2022, Kamis (13/1).

Ia menjelaskan keberadaan UMKM berkontribusi memulihkan ekonomi terutama mereka yang aktif di pasar daring. Selain itu, ekonomi kreatif membuat ekonomi tumbuh. Subsektor kuliner menjadi andalan menyumbang 66,17%, kriya 11,34%, aplikasi dan gim 7,95%, fesyen 7,63% serta musik 1,49%. "Kehadiran UMKM Kota Malang menjadi potensi besar bagi pemulihan ekonomi  kita," katanya.

Karena itu Pemkot Malang mendorong dan memfasilitasi UMKM dan ekraf dalam proses pemasaran melalui sistem electronic commerce (e-commerce). Upaya membangkitkan pasar daring lokal menjadi yang utama agar mereka naik kelas dan mampu bangkit memulihkan perekonomian. Tentu, kuncinya melalui inovasi dan kolaborasi antarelemen pembangunan di Malang Raya meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Masyarakat Kota Malang dapat berbelanja secara online dengan ongkos kirim  yang murah dan membeli produk-produk lokal yang kita miliki," ujarnya.

Kepala Bank Indonesia Malang Azka Subhan menyatakan Kota Malang memiliki potensi besar termasuk modal sumber daya manusia, infrastruktur dan komunitas yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif. "Sehingga sikap optimistis untuk memulihkan ekonomi Malang Raya khususnya di Kota Malang patut ditumbuhkan agar mampu menjadi pijakan dalam transformasi ekonomi," katanya seraya menyatakan optimistis realisasi inflasi Malang Raya akan terkendali di kisaran 3,0+1% sesuai target inflasi tahun 2022. (OL-15)

BERITA TERKAIT