13 January 2022, 20:41 WIB

DBD Mulai Telan Korban Jiwa di Sikka


Gabriel Langga |

DI TENGAH ancaman Covid-19 yang belum berakhir, demam berdarah dengue (DBD) menjadi ancaman di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di awal 2022, seorang anak di Sikka, meninggal dunia akibat DBD.  Korban bernama Benedikta Naldiana More yang merupakan warga Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur.

Manajer RSUD TC. Hillers Maumere, Avelinus Marianus mengatakan korban di bawa orang tua ke rumah sakit, Rabu (12/1) pagi. Benedikta sempat mendapat perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia sekira pukul 21.00 Wita

"Korban masuk dengan DHF grade dua disertai Syck hipovolemik. Korban yang meninggal ini masih berumur empat tahun. Korban meninggal akibat DBD. Saat ini jenazahnya sudah ada di rumah duka," papar Marianus, Kamis (13/1).

Ia menambahkan, saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban sudah kritis. "Anak itu sudah lima hari panas di rumah. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Tenaga kesehatan kita sudah berusaha untuk menyelamatkan," ujar dia.

Ayah korban Laurensius Dao menuturkan anaknya mengalami gejala panas sejak Minggu (9/1) dan kondisinya sempat membaik setelah diberikan perawatan di rumah. Namun, pada Rabu (12/1), tubuh Benedikta kembali panas dan kemudian dibawa  ke RSUD TC. Hillers Maumere.

"Ketika anak saya panas lagi, kami langsung bawah ke rumah sakit. Anak saya sempat dirawat.  Karena trombosit turun, anak saya dipindahkan ke ICU dan meninggal dunia," tandas dia. (OL-15)

BERITA TERKAIT