13 January 2022, 11:10 WIB

Usai Mencaci Bupati Dan Sekda Lembata, ASN Ini Sampaikan Maaf Terbuka


Alexander P Taum | Nusantara

STANISLAUS Kebesa, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada publik lokal, regional maupun Nasional. Ia meminta ASN setempat tidak meniru tindakan emosionalnya.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui konferensi pers di ruang kerja Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali, Rabu (12/1/2022).

ASN ini mengaku khilaf telah melancarkan protes bernada mengancam bahkan mencaci  Bupati Thomas Ola Langoday serta Sekda Paskalis Ola Tapobali, setelah dirinya tidak ikut dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan informatika, pada 5 Januari 2022 lalu.

Ada tiga pejabat mengikuti lelang jabatan Pimpinan Pratama, termasuk Stanislaus Kebesa, namun dirinya tidak lolos seleksi jabatan tinggi Pratama itu.

Rekaman voice note protes disertai cacian itupun beredar luas di masyarakat bahkan sejumlah media massa pun menulis kasus tersebut.

Permintaan maaf secara terbuka itu ditujukan kepada Dr. Thomas Ola Langoday sebagai Bupati Lembata bersama rumpun keluarga terkait, Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata sebagai pejabat berwenang dan rumpun keluarga terkait, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Komisi ASN, Lembaga Administrasi Negara, Korpri Indonesia, Kepala OPD bersama seluruh ASN Kabupaten Lembata, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, seluruh masyarakat Kabupaten Lembata dimana saja berada dan Insan pers.

"Saya Stanislaus Kebesa dengan ikhlas dan hati yang terbuka, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan saya, tanggal 5 Januari 2022, baik dalam bentuk ungkapan, tulisan maupun rekaman suara yang keluar dalam bentuk cacian. Selanjutnya saya mengajak seluruh ASN Kabupaten Lembata, kembali mendukung pemerintahan yang sedang berjalan, dan tetap secara optimis menjalankan tugas dan fungsi kita sesuai dengan kepercayaan yang diberikan. Saya berharap Bupati dan Sekda dapat memaafkan segala tutur kata dan perbuatan saya sudah saya sampaikan, karena Allah Maha Pemurah, Allah Maha Penyejuk, dan leluhur kita adalah perekat untuk Lewotanah Taan Tou kedepan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Stanislaus menyatakan, siap menerima sanksi apapun yang akan di berikan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yakni Bupati Lembata, sesuai PP 94 tahun 2021 terkait disiplin Pegawai Negeri, namun ia berharap tidak dipecat dari ASN.

"Saya siap dihukum seberat-beratnya tetapi kalau boleh NIP saya tidak ditarik atau diberhentikan tidak dengan hormat, sebab sebagai tulang punggung keluarga, saya masih bertanggungjawab untuk menghidupi keluarga saya," pinta Stanis.

Kalaupun ada teman teman ASN yang melakukan seperti ini ditindak seperti ini, dirinya berharap ASN jangan meniru gayanya. Sebab tulisan, rekaman ucapan seperti ini. Itu sangat situasional dan emosional.

"Saya lakukan itu murni karena merasa tidak seimbang, karena saya di bully di group Whatsapp (WAG) keluarga, di WAG Ile Ape. Setelah diblokir di WAG Ile Ape, saya terpaksa meluapkan kemarahan saya di WAG Forum Aku Lembata milik Pemda Lembata," ujarnya..

Sementara itu, Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali menjelaskan hukuman disiplin berat menanti Sekretaris Dinas Kominfo itu, namun seluruh keputusan akan disampaikan oleh Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.

"Tim yang dibentuk Pemda telah memeriksa yang bersangkutan pada Jumat, 7 Januari 2022, sekitar pukul.15.00 WITA. Beliau diperiksa oleh Tim Pemeriksa, di ruang rapat Bupati. Kurang lebih terdapat 28 pertanyaan dari Tim, dan beliau mengakui semuanya, meminta maaf terhadap kekhilafan yang dibuatnya, karena saat Beliau mengirim pesan suara maupun memposting pernyataan-pernyataan beliau itu dalam kondisi emosi," ujar Sekda Lembata, Paskal Tapobali.

Adapun tim yang mem-BAP Kebesa yakni, Sekda Paskalis Tapobali, Kaban BKD PSDM-Said kopong, plt Kominfo Nasrun Nebok, inspektur Patris Udjan dan Kabag Hukum Yohanes Don Bosco.

Menurut Sekda hasil pemeriksaan yang di tuangkan dalam BAP itu akan diputuskan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yakni Bupati.

Stanislaus Kebesa Langoday, menjadi ASN pertama di Kabupaten Lembata yang terang terangan mencaci Bupati dan Sekda karena tidak ikut dilantik menjadi pejabat tinggi Pratama. Tindakan indisipliner itu dinilai mencoreng citra ASN sebagai abdi negara. (OL-13).

Baca Juga: Tiga Hari ke Depan, Ada Ancaman Banjir di Beberapa Wilayah Jabodetabek

BERITA TERKAIT