12 January 2022, 23:10 WIB

Partai Gelora Optimistis Raih Suara Signifikan di Jawa Barat


Bayu Anggoro | Nusantara


PARTAI Gelora Jawa Barat optimistis mampu meraih suara
signifikan pada pemilu 2024. Hal ini dirasa cukup mendasar seiring
persiapan yang terus dilakukan partai pimpinan Anis Matta tersebut.

Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana menjelaskan, pihaknya
meyakini bisa meraih suara di Jawa Barat sedikitnya 4%. "Saat ini Partai Gelora sudah menyentuh angka 2%," katanya, Rabu (12/1).

Dengan begitu, Haris mengaku optimis bahwa partai Gelora akan lolos
verifikasi. "Sebelum verifikasi partai politik, saya optimis bisa
mencapai 4%," tegasnya.

Lebih lanjut, Haris memastikan pihaknya siap untuk memulai verifikasi
faktual partai peserta pemilu 2024. Hal ini dibuktikan saat DPW Gelora
Jawa Barat mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, Selasa
(11/2).

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Haris, selain silaturahmi pihaknya pun
menjelaskan asal muasal ide pembentukan Partai Gelora. "Dalam pertemuan
tadi, hanya silaturahmi dan memperkenalkan Partai Gelora ke KPU,"
katanya.

Haris mengaku bahwa banyak penjelasan yang diberikan kepada Ketua dan
Komisioner KPU Jawa Barat mengenai Partai Gelora Indonesia. "Saya
tegaskan bahwa Partai Gelora bukan partai kanan atau pun kiri. Partai
Gelora hadir ditengah-tengah untuk merangkul yang kanan dan juga kiri,"
jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Jabar Rifqi Alimubarok menyambut baik
kedatangan DPW Gelora Jawa Barat. Dia berharap, Partai Gelora bisa
berkolaborasi dengan KPU untuk mewujudkan pemilu yang demokratis.

"Selamat datang Partai Gelora. Mari bersinergi untuk mewujudkan pemilu
yang berkualitas," katanya.

Rifki menjelaskan bahwa pada 2024 bukan hanya pemilu legislatif saja. Di tahun yang sama tetap digulirkan pemilihan kepala daerah.

"Partai-partai baru termasuk Partai Gelora punya peluang untuk ikut
dalam pemilihan kepala daerah, jika partai Gelora mampu menjadi partai
pemenang. Karena hasil dari pemilu akan menjadi modal pada pilkada," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rifki juga berharap penyelenggaraan Pemilu
2024 bisa lebih baik dibanding Pemilu 2019. "Beban kerja di Pemilu 2019
sangat berat, sampai menelan korban akibat kecapean. Mudah-mudah tahun
2024 tidak terulang," katanya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT