12 January 2022, 19:56 WIB

Retana Cianjur Berperan Penting Edukasi Warga Cegah Bencana


Benny Bastiandy/Budi Kansil |

RELAWAN tangguh bencana (Retana) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berperan penting mengedukasi masyarakat terhadap berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Di setiap desa, terdapat 5 retana yang sudah dibekali berbagai materi kebencanaan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan terbentuknya Retana didasari pertimbangan potensi kerawanan bencana di Kabupaten Cianjur. Karena itu dipandang perlu membentuk personel yang bisa menjangkau wilayah kecamatan hingga ke pelosok desa.

"Kami punya 1.800 orang retana di 360 desa dan kelurahan di 32 kecamatan. Di masing-masing desa terdapat 5 orang retana," kata Asep kepada Media Indonesia, Rabu (12/1).

Kerawanan bencana di Kabupaten Cianjur kembali meningkat seiring tingginya intensitas curah hujan saat ini. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun sudah menetapkan status siaga darurat tanah longsor dan banjir. "Sekarang curah hujan memang cukup tinggi. Potensi bencana pun meningkat," ucapnya.

Potensi bencana yang bisa terjadi saat curah hujan tinggi di antaranya tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. Lokasi rawan banjir di antaranya berada di Kecamatan Sukanagara dan Karangtengah. Sedangkan tanah longsor mayoritas berada di wilayah selatan.

"Kami selalu mengingatkan masyarakat agar bisa menjaga lingkungan. Bencana bukan hanya dipicu alam, tapi juga ulah manusia, misalnya membuang sampah sembarangan yang bisa memicu banjir," ucapnya.

Sejauh ini bencana di Kabupaten Cianjur didominasi tanah longsor. Asep mengatakan potensi kerawanannya cukup tinggi karena curah hujan tinggi. "Kami imbau warga selalu waspada dan siaga," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT