12 January 2022, 13:25 WIB

Ada 72 dari 153 Kecamatan di Kalsel Rawan Longsor


Denny Susanto | Nusantara

SEBANYAK 72 dari 153 kecamatan yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) masuk kategori rawan bencana tanah bergerak (longsor).

Terkait kerawanan bencana longsor ini Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rozali Anwar, Rabu (12/1), telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh Kepala BPBD se Kalsel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana tanah longsor disamping bencana banjir dan angin kencang (hidrometeorologi) yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Mengacu pada data Badan Geologi Kementerian ESDM tercatat sebanyak 16 kecamatan yang berada di lima kabupaten masuk kategori kerawanan tinggi bencana longsor. Serta 56 kecamatan lainnya di 12 kabupaten/kota masuk kategori rawan longsor.

"Mengacu pada data Badan Geologi Kementerian ESDM tentang peta perkiraan pergerakan tanah, ada 72 kecamatan rawan longsor di Kalsel," tutur Roy Rizali. Seluruh BPBD Kalsel diminta untuk mengambil langkah antisipasi dengan berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengaktifkan Posko Bencana.

Terkini, bencana longsor terjadi di Desa Malinau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menyebkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Pantauan Media, kondisi banjir di sejumlah wilayah Kalsel terutama Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar semakin parah dengan ketinggian banjir mencapai 1-2 meter. Berdasarkan laporan BPBD Banjar, sebagian warga mulai mengungsi. Di kabupaten ini ada 9 kecamatan yang rawan bencana banjir dan longsor.

Sementara banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kota Banjarbaru telah surut. Namun kondisi hujan yang terus mengguyur sebagian wilayah Kalsel menjadi ancaman terjadinya banjir susulan. (OL-13)

Baca Juga: Banjir Kabupaten Hulu Sungai Tengah Berdampak pada Tiga Kecamatan

 

BERITA TERKAIT