12 January 2022, 13:20 WIB

Kiriman Belum Datang, Vaksinasi Booster di Kota Bandung Ditunda


Naviandri | Nusantara

PELAKSANAAN vaksinasi booster atau dosis ke tiga covid-19 di Kota Bandung, Jawa Barat belum dimulai. Ini dikarenakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu kiriman vaksin booster dari pemerintah pusat. Persediaan vaksin yang ada saat ini diperunutkan untuk anak-anak udia 6-11 tahun dengan jenis vaksin Sinovac.

"Kita masih menunggu pasokan vaksin booster, karena saat ini vaksin yang ada masih untuk usia 6-11 tahun yaitu jenis vaksin Sinovac," kata Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Bandung Rabu (12/1).

Menurut Yana, nantinya setelah vaksin masuk, pemberian vaksin booster itu akan diberikan untuk lansia terlebih dahulu. Insha Allah kalau vaksinnya sudah ada, pelaksanaan akan segera dilakukan.

"Jadi saya tegaskan booster di Kota Bandung untuk lansia dahulu dan semua gratis. Saya juga akan ikut karena ini penting buat imunitas," ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Bandung,  Ahyani Raksanagara menambahkan, pihaknya pun masih menunggu petunjuk teknis dari tim pusat terkait pelaksanaan vaksin booster ini. "Kami masih tunggu untuk petunjuk teknisnya. Apakah booster ini akan prioritas untuk siapa dan berapa kuotanya," ujarnya.

Yang jelas Kota Bandung, lanjut Ahyani, termasuk wilayah yang diperbolehkan melakukan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster. Karena vaksin dosis pertama sudah melebihi 70 persen dan dosis kedua melebihi 60 persen.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Bandung, pihaknya bersama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung melakukan kolaborasi untuk meningkatkan PTM 100 persen dengan disiplin protokol kesehatan (prokes). Untuk usia 6-11 tahun, sudah 30 persen yang divaksin untuk vaksinasi lansia sendiri sudah mencapai 75 persen.

"Varian omikron ini sedang meningkat, meski di Bandung kita tidak menemukan kasusnya, tetap perlu disiplin prokes bagi semua masyarakat. Kita sekaarng tengah fokus pada peningkatan vaksinasi warga dengan target tahun ini  100 persen warga Bandung sudah melakukan vaksinasi dosis 2," jelasnya.

Menurut Ahyani, meski sampai saat ini belum ada kasus Omicron terjadi di Kota Bandung, namun Diskes telah menyiapkan jika sewaktu-waktu ditemukan kasusnya di Kota Bandung. Omikron ini gejalanya ringan sekali. Pasien dapat melakukan isolasi mandiri, tentunya dengan pengawasan.

"Kita sudah melakukan persiapan jika ada kasusnya di Kota Bandung. Kami sudah berkoordinasi dengan provinsi. Dan untuk di bagian wilayah juga sudah kami siapkan tempat isolasi dan karantina," tambahnya.(OL-13)

Baca Juga: Vaksinasi tidak Kurangi Risiko Tertular Covid-19 Varian Omikron

 

BERITA TERKAIT