11 January 2022, 15:25 WIB

Dukung PTM, Polda Sumsel-Pertamina Gelar Vaksinasi Anak 6-11 Tahun


Dwi Apriani | Nusantara

MENDUKUNG program pemerintah untuk mempercepat herd immunity anak, Kilang Pertamina Internasional III Plaju bersama Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menggelar vaksinasi anak usia 6-11 tahun. General Manager PT KPI RU III Plaju, Edy Januari Utama, mengatakan, pada prinsipnya Pertamina sebagai perusahaan pelat merah mendukung kegiatan positif dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19. Salah satunya menggelar vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

"Kita selenggarakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun ini bekerja sama dengan Polda Sumsel. Kegiatan ini kita selenggarakan selama 11-15 Januari mendatang. Sehari ada lebih dari 300-500 anak yang divaksin. Total vaksin yang kita sediakan 2.500 dosis vaksin," ujarnya.

Adapun vaksinasi ini menyasar anak-anak pekerja Pertamina dan juga anak-anak yang tinggal di sekitar kilang Pertamina. Selain itu juga, pihaknya menggandeng sejumlah sekolah dasar yang berada di sekitar kilang untuk ikut vaksinasi ini.

"Sebelumnya, kita sudah pernah melakukan vaksinasi untuk masyarakat umum kategori lansia dan remaja, dan kali ini kita fokus pada sasaran anak-anak usia 6-11 tahun. Dan ini adalah kali ketiga," jelasnya.

Kegiatan vaksinasi anak ini merupakan bagian dari mendukung program nasional. Pihaknya memfokuskan kegiatan di Gedung Ogan Pertamina RU III Plaju. "Selain anak, kita juga menerima jika ada masyarakat lansia, ataupun remaja dan sebagainya yang ingin vaksin," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto menekankan soal syarat wajib untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia soal Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi anak-anak. Menurutnya, ada dua yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan kebijakan itu. Yakni, target vaksinasi masyarakat umum harus 70% dan kelompok lanjut usia (lansia) wajib 60%.

''Pemerintah saat ini telah memberikan kebijakan PTM 100%, di mana tentunya untuk melaksanakan PTM 100% dan vaksinasi anak, maka target pencapaian vaksinasi masyarakat umum 70% dan lansia 60% harus terpenuhi,'' kata dia.

Ia menjelaskan, proses belajar mengajar anak secara tatap muka langsung merupakan hal yang sangat penting. Mengingat, hampir dua tahun semenjak Pandemi Covid-19, generasi bangsa kehilangan momentum tersebut.

Namun di sisi lain, ia mengatakan guna mewujudkan pembelajaran secara tatap muka langsung, harus ada jaminan kesehatan dan imunitas terhadap anak dari bahaya paparan virus korona. Salah satunya adalah dengan memberikan suntikan vaksin.

Penguatan imunitas terhadap anak, katanya, juga akan memberikan jaminan kesehatan kepada orang tua dan orang-orang yang ada di dalam lingkungan keluarganya. Sehingga, tidak perlu ada rasa khawatir munculnya klaster keluarga ketika PTM 100% diberlakukan.

''Kita ingin anak-anak kita segera melaksanakan tatap muka. Namun di sisi lain, kita harus yakin anak-anak kita sudah dibekali vaksinasi atau imunisasi, sehingga memiliki imunitas dan kekebalan. Saat melaksanakan aktivitas aman tidak menjadi carrier, karena saat kembali biasanya bertemu orangtua, nenek atau kakek. Dan juga memiliki posisi rentan apabila tidak diberikan imunisasi atau vaksinasi,'' tutupnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT