11 January 2022, 12:20 WIB

Ganjar Lakukan Beberapa Skenario untuk Turunkan Harga Minyak Goreng


Akhmad Safuan | Nusantara

1216


Pengirim  : Akhmad Safuan/AS


GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan mengambil beberapa skenario untuk dapat menurunkan harga minyak goreng di pasaran. Karena hingga kini harga masih tinggi, di atas HET Rp14.000 per liter.

''Saya terus monitoring perkembangan harga minyak goreng di pasaran. Selain perintahkan tetap melanjutkan operasi pasar juga akan ditempuh beberapa skenario untuk dapat menurunkan harga yang masih tinggi,'' kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia, Selasa (11/1).

Salah satu skenario dalam upaya menurunkan harga minyak goreng di pasaran, lanjut Ganjar Pranowo, adalah meningkatkan jumlah volume minyak goreng untuk kebutuhan operasi pasar. Sehingga setelah digelontorkan 70.000 liter sangat dimungkinkan akan ditambah kuota di setiap daerah di Jawa Tengah.

Penambahan kuota minyak goreng untuk operasi pasar, ungkap Ganjar, dapat dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri maupun pemerintah pusat. Sehingga kebutuhan warga terhadap minyak goreng terpenuhi.

Skenario lainny, ujar Ganjar Pranowo, yakni dalam waktu dekat pemerintah pusat akan mengeluarkan kebijakan memberikan subsidi minyak goreng. Hal ini dilakukan jika harga crude palm oil (CPO) masih tinggi. ''Saat ini kebijakan tersebut masih dalam proses Kementerian Ekonomi, kita tunggu saja,'' imbuhnya.

Sementara itu di berbagai pasar tradisional di Jawa Tengah terutama di pantura. Seperti pasar di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Grobogan, dan Blora, harga minyak goreng masih cukup tinggi, yakni Rp19.000-Rp21.000 per liter atau di atas harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah Rp14.000 per liter.

Akibat tingginya harga minyak goreng tersebut, para pedagang makanan terutama pengkonsumsi minyak goreng seperti pedagang gorengan, makanan dan krupuk memilih istirahat berproduksi. ''Kami tidak mampu lagi memproduksi kerupuk karena sulit untuk menyesuaikan harganya jual,'' kata Sutikno, 50, pengusaha kerupuk di Asinan, Kabupaten Semarang. (AS/OL-10)

 

BERITA TERKAIT