11 January 2022, 20:27 WIB

Kang Emil Minta Pemerintah Pusat Segera Kendalikan Harga Minyak Goreng 


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pemerintah pusat dapat segera mengendalikan harga minyak goreng di pasar. Pasalnya, harga minyak goreng di pasaran saat ini yang mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per liter dirasa sangat memberatkan masyarakat di tengah ekonomi yang sulit akibat pandemi Covid-19. 

"Kita berharap pemerintah pusat bisa mengendalikan lebih fundamental sehingga jangka panjang kita tidak sering-sering melakukan kegiatan seperti ini (operasi pasar). Sebenarnya agak sedih dan prihatin sebagai pemerintah daerah. Apa yang bisa kita lakukan akan kita lakukan," kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil didampingi Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto usai meninjau operasi pasar minyak goreng murah di aula Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Selasa (11/1). 

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi Jawa Barat telah menyiapkan sebanyak 240 ribu liter untuk operasi pasar minyak goreng di 12 kabupaten dan kota. Adapun Kota Bekasi menyiapkan sebanyak 72 ribu liter minyak goreng murah untuk menekan kenaikan harga. 

Kang Emil mengungkapkan, dalam seminggu ini pihaknya telah berkeliling di Jawa Barat untuk melakukan operasi penurunan harga minyak goreng. Dalam operasi pasar itu, warga bisa mengantri membeli minyak goreng subsidi dengan harga Rp14 ribu per liter. 

"Dijual untuk 1 liter per botol harganya Rp14 ribu dengan maksimal pembelian setiap orang hanya 2 botol saja," jelas Emil. 

Baca juga : Menteri Pertanian Tanam Perdana IP 400 di Klaten

Sementara Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, sebelum kedatangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dia menjumpai warga yang mengantri cukup banyak. Tri memastikan walau warga banyak yang mengantri tetap melakukan upaya protokol kesehatan demi pencegahan masa pandemi Covid-19. 

"Kami dari Pemerintah Kota Bekasi yang mengikuti program pusat selalu melakukan pelayanan yang terbaik," ungkapnya. 

Ia menambahkan, pada minggu depan direncanakan Pemprov Jawa Barat akan melanjutkan operasi pasar minyak goreng subsidi di beberapa pasar tradisional. Untuk kota Bekasi mendapat alokasi sebanyak 50 ribu liter. 

"Untuk Kota Bekasi akan dilaksanakan di Pasar Baru Bekasi dan Pasar Kranggan sebagai pasar yang dipakai untuk pemantauan harga sembako oleh kemendag RI," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT