11 January 2022, 18:40 WIB

Aparat Jamin Keamanan Warga di Wilayah Operasi Perburuan Kelompok MIT


M Taufan SP Bustan | Nusantara

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, mengimbau agar warga yang bermukim di wilayah operasi perburuan tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Parigi Moutong, dan Sigi tidak perlu takut dan bisa terus beraktivitas. Aparat yang tergabung dalam Operasi Madago Raya menjamin keamanan warga.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto, Selasa (11/1).  "Satgas menjamin keamanan warga. Dalam menumpas MIT harus juga ada kerja sama warga sehingga warga tidak perlu takut," tegasnya.  

Didik mengatakan, operasi yang diperpanjang mulai Januari hingga Maret 2022, tidak hanya fokus untuk memburu tiga DPO teroris MIT melainkan, lanjutnya, juga mendampingi warga khususnya yang bertani dan berkebun di wilayah operasi. "Karena itu warga tidak perlu takut jika mau beraktivitas di lahan pertanian atau lahan perkebunannya. Satgas berikan keamanan untuk warga di wilayah operasi," terang Didik.

Operasi tahap pertama tahun ini dilanjutkan Satgas dengan fokus lainnya melakukan pendekatan persuasif kepada sejumlah warga yang diduga masih menjadi simpatisan dan membantu memenuhi kebutuhan kelompok MIT.  Didik menyebutkan, Satgas akan memberikan ajaran kebenaran agama dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang melibatkan tokoh agama, pengajar agama Islam dan bhabinkamtibmas di sejumlah desa wilayah operasi. "Sehingga warga bisa lebih terbuka pikirannya untuk tidak menjadi simpatisan," ungkapnya.  

Didik menambahkan, selama ini warga yang bermukim di wilayah operasi memang merasakan intimidasi dari adanya MIT. Namun, dengan kehadiran satgas, warga tidak perlu takut.

"Jika ada  informasi atau melihat keberadaan tiga DPO di hutan pegunungan agar bisa langsung melaporkan kepada satgas yang berada di pos sekat terdekat," jelasnya.  

Saat ii, tiga DPO MIT yang masih diburu di hutan pegunungan Poso Parigi Moutong, dan Sigi adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, dan Suhardin alias Hasan Pranata. Ketiganya pun sudah diminta untuk menyerahkan diri. (OL-15)

BERITA TERKAIT