10 January 2022, 13:50 WIB

Pemkot Solo Dapat Bantuan Alat Berat dari Kementerian PUPR untuk Proyek PLTSa


Widjajadi | Nusantara

PEMKOT Solo mendapatkan bantuan dua unit peralatan berat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) untuk upaya percepatan pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Mojosongo, Senin (10/1).

Wali kota Gibran Rakabuming Raka berharap, bantuan dua peralatan berat berupa buldoser dan ekskavator itu untuk membongkar dan mengangkat material sampah lama, yang akan diolah menjadi energi listrik.

"Nanti di semester 2 akan datang lagi alat membakar sampah (gastly fire). Kita targetkan 10 tahun gunungan sampah lama bisa dihabisin. Tahapan itu, kita kekurangan sampah dan harus mendatangkan dari Solo Raya," tegas Gibran, usai penerimaan dua alat berat itu.

Dua peralatan berat berupa buldoser dan ekskavator senilai Rp 4,4 miliar itu diterima Walikota Gibran dari Kepala Balai Prasarana Pemukiman Jswa Tengah, Cakra Negara di lokasi proyek PLTSa Putri Cempo.

Hingga akhir 2021, pembangunan proyek fasilitas PLTSa Putri Cempo di Mojosongo, sudah lebih dari separuh jalan.Ditargetkan pembangunan rampung pada Mei 2022 dan dapat uji coba operasional pada Juni 2022.

Sejauh ini PT Solo Metro Citra Plasma Power (SMCPP) selaku investor PLTSa Putri Cempo secara bertahap sudah mendatangkan 114 kontainer material pembangunan dari Tiongkok, Austria, dan India.

Kedatangan kontainer batch pertama sudah datang 24 dari 57 unit terjadwal. Pada batch kedua, didatangkan lagi 57 unit kontainer. Sebagian kontainer berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

"Kalau prosesnya cepat, kami bisa segera mengejar pembangunan. Jadi, proses pengeluaran barang dari pelabuhan ini sangat berpengaruh pada proyek,� terang seorang pejabat PT Solo Metro Citra Plasma Power (SMCPP).

Dia paparkan, piranti pelengkap mesin PLTSa Putri Cempo Solo di batch pertama datang bertahap dan ditargetkan selesai April 2022. Sedangkan batch kedua ditargetkan Juni 2022. Diharapkan semua selesai Juni 2022 dan langsung uji coba.

Mayoritas perlengkapan mesin itu buatan India. Ada pula buatan Austria namun fabrikasi dilakukan di Tiongkok. Investor sudah menyiapkan lahan di dekat TPA Putri Cempo untuk menampung puluhan kontainer itu. (OL-13)

 

 

 

 

BERITA TERKAIT