06 January 2022, 10:15 WIB

Target PAD 2021 Gianyar Meleset hingga 50%, Apa Kata Pejabatnya


Arnoldus Dhae |

CAPAIAN target pendapatan asli daerah (PAD) 2021 Kabupaten Gianyar melenceng dari target yang ditetapkan. Semula ditargetkan dapat pemasukan PAD sebesar Rp757 miliar, namun realisasinya hingga akhir tahun hanya 50% saja. Melecengnya target ini akibat masih lesunya sektor pariwisata, yang menjadi sumber pendapatan Kabupaten Gianyar.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar, Ngakan Jati Ambarsika saat dikonfirmasi, Kamis (6/1/2022) membenarkan hal tersebut. Data perolehan pendapatan daerah Gianyar, sampai Minggu 26 Desember 2021, realisasi penerimaan Rp378 miliar lebih. Sedangkan target PAD dipasang Rp 757 miliar lebih.

"Ini bisa berubah,  karena tiap jam angka selalu berubah, capaian nanti bisa lebih sedikit dari 50%," dalih Ngakan Jati.

Pendapatan tersebut, jelas Ngakan, bersumber dari empat post. Pertama, Pajak Daerah, saat ini berkontribusi sebesar Rp 235 miliar lebih. Dalam skema pendapatan, Pajak Daerah ini sebelumnya diharapkan dapat menyumbangkan PAD terbesar, yakni Rp 497 miliar. Namun dikarenakan banyaknya akomodasi hotel dan restoran yang tutup selama pandemi, diduga menjadi penyebab sebesar Rp262 miliar lebih uang pajak tidak terserap ke kas daerah.

Sementara pos pendapatan terakhir adalah sumber lain-lain PAD yang sah. Ditargetkan Rp238 miliar, realisasinya baru Rp118 miliar.

Sebelumnya, Bupati Gianyar, Made Mahayastra merombak kembali target PAD 2021. Hal tersebut dilakukan karena mempertimbangkan potensi riil ekonomi Gianyar. "Target PAD kita memang kita rancang menurun. Hal itu terjadi karena mempertimbangkan potensi riil ekonomi. Struktur PAD kita adalah masih dari pendapatan pajak daerah dan retribusi pendapatan milik daerah," ujarnya.

Namun Mahayastra menegaskan, meskipun terjadi penurunan pendapatan, pihaknya masih memprioritaskan anggaran kesehatan gratis untuk masyarakat ber-KTP Gianyar. Sebab dia menilai, program tersebut masih sangat dibutuhkan masyarakat. Terutama dalam masa krisis ekonomi seperti sekarang ini.

"Anggaran kesehatan bahkan kita tambah di tahun ini, itu program prioritas," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Puluhan Ribu Stok Vaksin Covid-19 di Jawa Tengah Kedaluwarsa 13 Januari 2022

 

BERITA TERKAIT