02 January 2022, 18:45 WIB

Omikron Terdeteksi di Bali, Virolog Minta Tracing Masif dan Test PCR 


Arnoldhus Dhae |

SEORANG warga Surabaya diketahui positif  terinfeksi varian Covid-19 Omikron sekembali liburnya dari Bali. Virolog Universitas Udayana Prof. Gusti Ngurah Kade Mahardika meminta agar Pemda di Bali segera bertindak dan bergerak cepat. 

Ia megimbau Pemda Bali agar segera meminta data resmi dari Kementerian Kesehatan tentang nama warga Surabaya yang positif Omikron itu untuk segera ditracing. Pemda harus segera kantongi identitas warga yang positif Omikron itu, bukan untuk dipublikasikan melainkan untuk mengetahui selama di Bali, tinggal dimana, kemana saja, bertemu siapa saja. Hal itu untuk kebutuhan tracing di Bali. 

"Tracing dengan masif. Testing dengan menggunakan PCR. Jangan pakai antigen. Kalau pakai antigen maka itu sama dengan mengayak virus di keranjang. Bolong semua. Tidak ada akurasinya sama sekali," ujarnya saat 
dikonfirmasi Minggu (2/1/2022). 

Menurutnya, sampai saat ini memang belum ada penjelasan soal risiko kematian dari Omikron dan bahkan relatif lebih ringan ketimbang varian delta. Namun hal ini tetap diwaspadai sebab tidak diketahui dampak varian itu untuk jangka panjangnya. 

"Makanya tidak ada cara lain dengan meningkatkan tracing minimal 30 orang perkasus positif dan testing pakai PCR, agar akurasinya tinggi. Jangan pakai antigen, tidak akurat," ujarnya. 

Baca juga : Cakupan Vaksinasi Covid-19 di NTT Capai 70,53%

Dari data yang ada, tracing di Bali sangat rendah. Hanya 5 sampai 6 orang persatu kasus positif. Padahal idealnya harus 30 orang. 

Terkait dengan kasus positif Omikron dari warga Surabaya sepulang libur dari Bali, menurutnya, hal itu tidak usah lagi diributkan. 

"Dari dulu sudah saya katakan, bahwa Omikron itu sudah ada di Bali. Sebab kasus pertama di Wisma Atlit, itu penularan orang kedua dari import case. Artinya,yang orang pertama itu sudah kemana-mana dan lebih banyak ke Bali," ujarnya. 

Saat ini justru yang terdeteksi itu warga Surabaya setelah berlibur ke Bali. Ini juga harus diselidiki apakah orang tersebut yang membawa virus ke Bali atau sebaliknya dia terjangkit setelah ada di Bali. (OL-7)

BERITA TERKAIT