28 December 2021, 18:34 WIB

12.708 Hektare Lahan Gambut di Lanskap Sembilang Ditarget Pulih Tahun Depan


Dwi Apriani |

SEBANYAK 12.708 hektare lahan gambut di Lanskap Sembilang, Kabupaten Musi Banyuasin, ditargetkan pulih pada 2022. Pemulihan atau restorasi kawasan tersebut dilakukan secara kolaborasi oleh multi pihak, yakni Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), APP Sinar Mas, Gerakan Cinta Desa dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Program Director Yayasan IDH Nassat Idrus mengatakan Sembilang Muba merupakan lanskap yang sangat penting untuk menjamin keberlanjutan di wilayah tersebut. "Kami melakukan pendekatan termasuk restorasi, proteksi dan produksi untuk memulihkan bentang alam secara berkelanjutan," katanya saat webinar Kolaborasi untuk Restorasi, Selasa (27/12).

Menurut dia, agar visi untuk merestorasi lanskap tercapai maka perlu keterlibatan sejumlah pihak, termasuk pula masyarakat dan pemerintah setempat. "Agar visi lanskap berjalan, perlu ditunjang dengan beberapa
komponen utama. Di antaranya government, market, network, bagaimana visi menyatu, bisnis dan investasi, agar mencapai tujuan yang diinginkan," katanya.

Head of Landscape Conservation, Health, Safety & Environment Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Jasmine NP Doloksaribu mengatakan pihaknya mendukung restorasi di Lanskap Sembilang melalui berbagai strategi. Kegiatan itu juga mencakup di area konsesi 5 unit management hutan (UMH) yang berada di Muba.

"Misalnya, pembangunan nursery untuk masyarakat, dukungan teknis dalam penelitian teknis dan strategi restorasi di lahan mineral dan gambut oleh P3SEKPI, pemantauan tutupan hutan menggunakan satelit dan kegiatan restorasi, seperti suksesi alami, e-radikasi, penanaman atau pengayaan," jelasnya.

Menurut dia, restorasi di dalam konsesi itu sudah dilakukan sejak 3 tahun terakhir, di mana telah terealisasi seluas 3.254 ha atau 27 persen dari target. Ia menambahkan keberadaan masyarakat di wilayah zona penyangga Lanskap Sembilang, lanjut Jasmine, berperan penting dalam pengamanan dan melestarikan kawasan itu. "Sehingga diperlukan upaya-upaya untuk terus bekerja sama, mengedukasi dan melibatkan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan, ada berbagai kegiatan restorasi dan perlindungan hutan bersama Masyarakat Peduli Restorasi (MPR). Inisiatif restorasi bersama masyarakat tersebut, kata Jasmine, diharapkan terus mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Keterlibatan pemerintah melalui KHLK-PUKL dalam PPI Compact, dapat menjadi dokumen dalam menyusun RPJMD Pemkab Muba. (OL-15)

BERITA TERKAIT