23 December 2021, 18:22 WIB

Agen Telur Menjerit karena Harga Naik Pasokan Terbatas


Nurul Hidayah |

HARGA telur terus merangkak naik. Sejumlah agen bahkan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan telur dari peternak.

Syahri Romdhon, seorang agen telur dari Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menjelaskan sejak awal Desember dirinya sudah kesulitan untuk mendapatkan pasokan telur dari peternak langganannya. "Kalau pun dapat, sistemnya sekarang menunggu," tutur Aray, panggilan Syahri Romdhon, Kamis (23/12). 

Saat memesan pada Senin, telur baru bisa didapatkannya pada Kamis. "Itu pun dibatasi," tutur Aray.

Peternak, lanjut Aray, akan membagi telur sesuai jatah pesanan. Namun sering kali dibatasi karena telur harus dibagi-bagi dengan agen-agen lain. 

Dijelaskan Aray, kenaikan harga telur terjadi sejak ada bantuan pangan nontunai yang salah satu komoditas utamanya telur. Telur terserap dalam kuantitas yang tinggi sehingga terjadi kenaikan harga. 

"Saya dan sebagian bakul telur di Cirebon sudah bingung," tutur Aray. Karena mereka sudah tidak kuat dengan harga yang terlalu tinggi. Bahkan saat ini harga telur di tingkat peternak mencapai Rp28 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram.

Dari Pasar Pagi dilaporkan harga telur juga mengalami kenaikan. Rohman, seorang pedagang sembako di pasar tersebut, menjelaskan hari ini ia menjual telur seharga Rp28 ribu per kilogram. "Tapi tidak menutup kemungkinan besok harga sudah naik lagi," tutur Rohman. Kenaikan harga telur bisa terjadi kapan pun bahkan naiknya tidak sedikit demi sedikit.

Selain telur, komoditas lain yang mengalami kenaikan yaitu ayam potong. Ida, seorang penjual ayam potong di pasar tersebut menjelaskan saat ini ayam sudah dijual seharga Rp37 ribu per kilogram. "Naik seribu dibandingkan kemarin," tutur Ida, Kamis (23/12). 

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Ruang Terbuka Hijau Kepada Pemkab Gianyar

Ida berharap harga ayam tidak terus naik karena penjualannya justru menurun. "Pelanggan membatasi pembeliannya," tutur Ida. (OL-14)

BERITA TERKAIT