22 December 2021, 15:50 WIB

Distribusikan Beras di Bengkulu Utara, Sultan: Ini Oleh-Oleh Ibu Mensos


Mediaindonesia.com |

DI tengah masa reses terakhir tahun ini, para anggota DPD melakukan kunjungan ke daerah pemilihan masing-masing. Reses menjadi momentum bagi para enator untuk melakukan penyerapan aspirasi dan menyalurkan bantuan sosial bagi konstituen yang masih dibayang-bayangi kekhawatiran pandemi covid-19.

Demikian juga dengan Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin. Senator muda asal Bengkulu itu mengunjungi dan melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat di Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara pada Selasa (21/12).

Menempuh perjalanan total delapan jam, tidak menjadikan mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu enggan datang untuk mendengarkan aspirasi dan curahan hati masyarakat di desa-desa. "Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan oleh Allah SWT. Dua hal yang harus kita syukuri dengan pengabdian dan kemanfaatan bagi sesama dan hanya mengharapkan rida Allah," ungkap Sultan membuka ruang diskusinya bersama para tokoh masyarakat.

Pandemi covid-19, ujarnya, telah membatasi aktivitas fisik kita selama ini. Sekarang saatnya kita bangkit untuk memulihkan kembali situasi daerah dan Indonesia dengan kerja keras dengan semangat persatuan. "Kita patut bersyukur bahwa pemerintah kita sudah cukup sukses mengendalikan penyebaran covid-19. Tentu hal ini dapat terwujud atas dukungan dan kerja sama Bapak Ibu semua. Terima kasih untuk semuanya," kata Sultan.

Menurutnya, selama masa pemulihan ekonomi nasional, pemerintah telah memberikan banyak bantuan dan insentif modal usaha bagi pelaku usaha kecil, termasuk bantuan sembako, bagi masyarakat terdampak. "Alhamdulillah Ibu Menteri Sosial menitipkan sedikit oleh-oleh kepada Bapak Ibu semua melalui kami. Beliau menitipkan sedikit beras. Semoga bisa mencukupi kebutuhan pangan," harapnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPD Sultan Minta Eksekutif tidak Baper jika Diawasi

Dalam dialognya dengan masyarakat, Sultan menerima beberapa aspirasi dan keluhan masyarakat yang notabene merupakan petani. Mereka mengeluhkan ketersediaan pupuk subsidi yang sering kali tidak tersedia saat dibutuhkan. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT