20 December 2021, 17:47 WIB

Masa Pandemi, Pohon Natal Jadi Kampanye Prokes dan Vaksinasi


Lilik Darmawan |

POHON Natal di Indonesia biasanya identik dengan pohon cemara yang dipadu dengan kapas sebagai ornamen menandakan datangnya salju. Selain itu juga ada lonceng dan paling puncak adalah bintang.

Tetapi pohon Natal yang ada di halaman Gereja Katedral Kristus Raja, Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) ini berbeda. Pohon Natal sengaja dibuat dengan ornamen unik. Bahan pohon natal bukanlah cemara, melainkan rangkaian dari sapu lidi. Jumlahnya ada 525 sapu lidi. Sehingga membentuk pohon Natal setinggi 5 meter.

Sapu lidi ditempel sedemikian rupa sehingga membentuk pohon Natal. Paling atas ada bintang terang yang menjadi salah satu simbol pohon
Natal. Dan yang paling mencolok adalah di tengah tatanan sapu lidi pada pohon Natal itu, ada masker yang sengaja dibuat dan ditempel.

Ukuran maskernya 50 cm x 80 cm serta ada talinya. Kemudian di atas masker ada simbol suntikan. Sengaja suntikannya berjumlah dua dan
dipasang bersilangan. Di suntikan yang dipasang ada tulisan vaksin. Di pohon Natal itu, ada dua masker yang dipasang bagian depan dan belakang, serta empat suntikan bertuliskan vaksin.

Ketua Panitia Natal 2021 Gereja Katedral Kristus Raja Purwokerto Antonius Marwanto mengungkapkan bahwa ada puluhan jemaat yang ikut serta dalam pembuatan pohon Natal yang terbuat dari sapu lidi tersebut.

"Kalau yang inti dan tahu mengenai desainnya lima orang. Tetapi ada puluhan jemaat Gereja yang ikut serta membantu terciptanya pohon Natal
ini," jelas Marwanto, Senin (20/12).

Dikatakan oleh Marwanto pengerjaan pohon Natal cukup lama, sekitar dua pekan. Yang cukup lama adalah penataan sapu lidi yang berjumlah 525 buah tersebut. Satu per satu dipasang secara rapi.

"Pemasangan harus rapi menyesuaikan desain yang ada. Selain sapu lidi, juga ada masker, suntikan vaksin dan bola-bola warna warni. Semuanya ada artinya. Jadi, pohon Natal yang kami buat ini memang ada pesan yang ingin disampaikan kepada jemaat pada khususnya. Agar umat Katolik tetap menjaga prokes," katanya.

Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto Romo Sulpicius Parjono mengatakan bahwa adas makna yang terkandung dalam pohon Natal yang terbuat dari sapu lidi tersebut.

Sapu lidi itu merupakan sumbangan dari jemaat di lingkungan masing-masing. "Pohon Natal juga disebut sebagai pohon terang dan diletakkan di halaman gereja. Maknanya adalah Allah  mengasihi manusia dengan seutuhnya dan alam semesta. Sepanjang sejarah, kasih-Nya itu nyata," ungkapnya.

Romo Parjono mengungkapkan Indonesia dan dunia pada Juli dan Agustus lalu masuk dalam situasi yang sangat berat. "Waktu itu, puncak dari
serangan covid-19. Tidak hanya banyak sekali orang yang menderita dan terkena covid-19, tetapi juga tidak sedikit yang meninggal dunia. Inilah yang kemudian direfleksikan dalam pohon Natal tahun ini," katanya.

baca juga: Sepekan Terakhir Kota Sukabumi Nihil Kasus Covid-19

Bola-bola yang ditempatkan di pohon Natal tersebut merupakan simbol dari covid-19. Bola paling merah sengaja diletakkan paling bawah, karena itu merupakan makna dari serangan paling parah yang terjadi pada Juli dan Agustus lalu. Kemudian ada juga bola-bola warna lainnya yang ada di atasnya. Itu dimaknai sebagai virus yang sudah mulai mereda serangannya.

"Namun demikian, kami juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dan mengikuti vaksinasi. Sehingga kami memberikan simbol masker dan suntikan vaksin. Setelah simbol masker dan suntikan, di atasnya sudah tidak ada bola-bola yang menjadi simbol covid-19. Kami ingin memberikan sosialisasi bahwa dengan tetap prokes dan vaksinasi, maka covid-19 bisa sirna," lanjut Romo Parjono.

Pohon Natal itu juga diletakkan di luar sebagai pengingat bahwa sampai sekarang masih tetap ada covid-19. Wajib disyukuri karena saat sekarang mereda. Namun demikian, kewaspadaan harus terus ditingkatkan dengan tetap prokes dan mengikuti vaksinasi bagi yang belum. (N-1)

 

BERITA TERKAIT