12 December 2021, 22:20 WIB

Menteri Desa Puji Transmigran sebagai Pahlawan dari Pinggiran


Yose Hendra | Nusantara


MENTERI Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menilai transmigran sebagai pahlawan dari pinggir.

"Mereka mampu mendukung kemajuan pembangunan daerah. Salah satunya ialah transmigrasi Lunang Silaut, di Kabupaten Pesisir Selatan,
Sumatra Barat ini," ujarnya, Minggu (12/12), saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-71 di kantor Bupati Pesisir Selatan.

Transmigrasi Lunang Silaut, lanjut dia, kini masuk dalam 52 prioritas
pembangunan nasional. Satuan pemukimannya telah bertransformasi menjadi
kecamatan dan tercatat sebagai salah satu pusat kegiatan penopang
ekonomi daerah di kawasannya.

"Saya atas nama pemerintah dan pribadi menyampaikan penghargaan
tertinggi pada kepada seluruh pejuang dan penggerak transmigrasi, serta
para anggota keluarga transmigran," ungkapnya.


Upacara peringatan bertema Transmigrasi Wujud Nyata Implementasi SDGs
Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan itu turut dihadiri pejabat Eselon I dan II Kementerian Desa, Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar, dan Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansyarullah.

Ia menyampaikan, sebagai apresiasi bagi transmigran, pemerintah kini
merencanakan revitalisasi terhadap 152 dari 619 kawasan transmigrasi
yang ada di Indonesia, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2019-2024.

Pembangunan kawasan transmigrasi adalah bagian dari upaya percepatan
pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan seperti diamanahkan
Peraturan Presiden (PP) nomor 59 tahun 2017. Transmigrasi menjadi salah
satu jalan mencapai SDGs Desa.

Hal itu mengingat, tambahnya, transmigrasi tidak hanya bertujuan menyelesaikan soal kepadatan dan persebaran penduduk semata, tapi sekaligus upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, sesuai amanah UU nomor 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

"Jadi, tidak semata mengemban tugas demografis, namun juga menyelesaikan masalah ekonomi, misi budaya, bahkan pelestarian kebinekaan Indonesia dan keutuhan NKRI," terang pria yang akrab disapa Gus Halim itu. (N-2)

BERITA TERKAIT