11 December 2021, 21:40 WIB

BPDASHL Rehabilitasi Lahan Danau Toba


Yoseph Pencawan |

BALAI Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) melakukan beberapa program dalam upaya rehabilitasi daerah sekitar sungai dan lahan hutan di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba.

Kepala BPDASHL Asahan Barumun Dwi Januanto Nugroho mengungkapkan, pihaknya memiliki 293 areal daerah aliran sungai (DAS) seluas 4,5 juta hektare. "Meliputi Barumun, Asahan, Batang Gadis, Kualuh dan Batang Toru," ujarnya, Sabtu (11/12).

Dari lima besar daerah itu, jelas dia, ada kawasan bernama DAS Asahan-Toba yang menjadi super prioritas. Status itu bersamaan dengan upaya pemerintah yang menjadikan wilayah ini sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Dengan statusnya sebagai super prioritas, DAS Asahan-Toba diklasifikasikan sebagai DAS yang harus dipulihkan dan dipertahankan. "Maka harus ada intervensi-intervensi yang harus dilakukan pada wilayah yang kering, terjal, lahan curam dan sangat curam," terangnya.

Untuk itu, pihaknya telah dan masih melakukan upaya pemulihan dengan memerhatikan berbagai aspek. Antara lain kondisi fisik lahan, ketersediaan lahan, pola tanam serta kapasitas kelola sumber daya, baik SDM, finance, sarana prasaran dan kelembagaan.

BPDASHL Asahan Barumun, lanjut dia, juga melakukan terobosan rehabilitasi lahan Danau Toba dengan membuat kompos blok dan lainnya. Kompos blok merupakan kompos berbentuk kubus dan tabung (silinder) yang pada bagian tengahnya diberi lubang untuk meletakkan bibit tanaman.

Selain itu mereka juga melakukan penanaman pohon dan bibit produktif sebagai upaya pemulihan dan peningkatan fungsi lahan serta pelestarian lingkungan. Adapun jenis vegetasi tanaman yang dikembangkan di antaranya kacang macadamia, aren, tabebuya, pinus, kopi dan bibit Multi Purposes Tree Species (MPTS) lainnya.

"Kacang macadamia disebar dengan cara ditembak melalui drone pada kawasan yang terjal," ungkapnya.(OL-15)

BERITA TERKAIT