08 December 2021, 17:15 WIB

Pemuda Kunci Terpenting Mewujudkan Indonesia Emas 2045


Bayu Anggoro | Nusantara


GENERASI muda dituntut menyiapkan diri agar Indonesia Maju
dan Indonesia Emas pada 2045 bisa terwujud. Salah satunya dengan
meningkatkan kapasitas agar lebih kreatif, inovatif dan handal dalam
menghadapi segala tantangan saat ini.

Demikian disampaikan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
Provinsi Jawa Barat Ridwansyah Yusuf Achmad saat menghadiri pelantikan
Pemuda Katolik se-Keuskupan Bogor, di Pusat Pastoral Katedral Bogor, Kota Bogor.

Acara itu juga dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya; Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, dan Ketua Pemuda Katolik Komda Jabar Edi Silaban.
Yusuf menilai, pemuda memiliki kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang akan dirasakan Indonesia pada 2030-2045 harus dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.

"Kunci utamanya dengan menyiapkan pemuda yang berkualitas," kata dia.

Oleh karena itu, menurutnya, pemuda harus memiliki mimpi besar yang
diiringi dengan peningkatan kapasitas agar kelak bisa terwujud.

"Tidak ada mimpi yang salah, tidak ada cita-cita yang tidak tepat. Yang
salah adalah ketika kita takut bermimpi mewujudkan cita-cita kita,"
ujarnya.

Dia pun mengajak generasi muda khususnya Pemuda Katolik se-Keuskupan
Bogor membuat grand design kepemudaan yang mampu menunjang terwujudnya
Indonesia Emas 2045. Tak kalah penting, mantan Presiden Mahasiswa ITB
inipun mengingatkan pentingnya generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Terlebih, kata dia, pemuda merupakan tonggak awal kesadaran nasional dan persatuan Indonesia melalui Sumpah Pemuda pada 1928 silam.

"Kita, pemuda ini memiliki dampak yang besar untuk merekatkan persatuan nasional. Persatuan adalah hal terpenting dari terwujudnya masa depan dan eksistensi bangsa kita. Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud jika pemudanya tidak bersatu," katanya seraya mengajak pemuda untuk memperbanyak kolaborasi dan mengurangi kompetisi, termasuk mengedepankan politik yang berbasis nilai yang menyejahterakan masyarakat.

Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, menilai, Pemuda Katolik harus
mengambil langkah strategis demi perkembangan gereja dan bangsa.

"Saya masuk di Pemuda Katolik ini pilihan strategis. Tidak hanya itu, pemuda juga harus berpartisipasi aktif dan kreatif. Denganc ara itu bisa memajukan dan menampilkan orang mudanya untuk membangun kehidupan
menggereja, serta membangun bangsa dan negara ini," jelasnya.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan, kepemimpinan yang dibutuhkan di tengah pandemi adalah kepemimpinan yang relevan dengan tiga ciri yaitu kepemimpinan yang berbasis nilai, transformatif, dan inklusif. (N-2)

BERITA TERKAIT