08 December 2021, 15:34 WIB

Berkunjung ke Sintang, Jokowi Tanam Pohon di Area Bekas Tambang


Andhika prasetyo | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo bersama masyarakat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, melakukan penanaman pohon di area bekas penambangan emas di kawasan tersebut.

Upaya itu diharapkan dapat memperbaiki lingkungan yang rusak sehingga risiko terjadinya bencana banjir bisa dikurangi.

"Kita tahu ini adalah bekas pertambangan emas kira-kira 1990-an. Tadi kita sudah tanami pohon. Kita harapkan akan terjadi pemulihan lingkungan utamanya di daerah tangkapan air, tangkapan hujan, di sekitar aliran sungai Kapuas dan Melawi," ujar Jokowi, Rabu (8/12).

Kepala negara mengungkapkan aktivitas pertambangan memang menjadi salah satu pemicu utama kerusakan lingkungan di Kalimantan.

Pasalnya, sebagian besar bekas-bekas galian dibiarkan terbuka, tidak direklamasi atau ditutup kembali.

"Di hulu ini banyak sekali yang rusak karena hal-hal yang berkaitan dengan pertambangan dan juga kerusakan hutan karena perkebunan," tutur mantan wali kota Solo itu.

Baca juga: Langkah Presiden Terhenti karena Jaket Bomber Sintang

Dampak buruk yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan itu tidak hanya dirasakan di sekitar kawasan bekas pertambangan saja, tetapi juga di sisi hilir yakni lokasi-lokasi pemukiman yang cukup jauh dari titik galian.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi terhadap lahan-lahan bekas pertambangan.

Upaya penanaman pohon akan dilakukan secara massif sehingga proses rehabilitasi berjalan dengan baik.

"Kita harap upaya ini juga dilakukan di tempat-tempat yang lain sehingga perbaikan lingkungan bekas tambang betul-betul bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Selain melakukan penghijauan, pemerintah juga akan membangun pusat persemaian untuk memproduksi benih yang nantinya akan ditanam di kawasan bekas tambang.

Jokowi juga memaksa perusahaan-perusahaan swasta besar untuk melalukan hal serupa sebagai bentuk tanggung jawab secara konkret dalam memperbaiki lingkungan.(OL-4)

BERITA TERKAIT