07 December 2021, 10:20 WIB

Kasus Covid-19 di Kendal Tinggi, Kota Semarang Turun


Akhmad Safuan | Nusantara

KASUS ovid-19 di Kabupaten Kendal masih cukup tinggi terdapat 42 orang terpapar, Kota Semarang hanya menyisakan dua orang pasien positif.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (7/12) penanganan kasus covid-19 di Kabupaten Kendal terus dikebut karena hingga saat ini jumlah kasus masih cukup banyak, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal tercatat ada 42 kasus yang kini tengah ditangani dengan kasus tertinggi di Kecamatan Kota Kendal (16 kasus), Singorojo (8 kasus) dan Kaliwungu (7 kasus).

"Kita terus kebut pelaksanaan vaksinasi dan persiapkan sarana prasarana untuk mengantisipasi munculnya varian baru omicron serta Nataru," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kendal Parno.

Sarana prasarana yang disiapkan, lanjut Parno, selain seluruh rumah sakit telah siaga yakni menyiapkan ruang khusus perawatan juga obat-obatan dan tenaga medis serta keberadaan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Kelurahan Kebondalem, Kota Kendal disiapkan kembali.

Vaksinasi terhadap warga juga terus dikebut, ungkap Parno, hingga saat ini tercapai 690 ribu jiwa (86 persen) dari total target 802.190 orang, diharapkan program ini segera dapat tercapai hingga 100 persen hingga akhir tahun.

"Dalam kegiatan peribadatan Natal di gereja diminta maksimal 50 persen dari kapasitas gereja," tambahnya.

Sementara itu kasus covid-19 di Kota Semarang terus mengalami penurunan, memasuki pekan kedua Desember ini hanya tercatat dua orang pasien dirawat di rumah sakit yang merupakan warga dalam kota serta satu pasien dari luar kota.

"Dua pasien kita mintakan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) untuk mengantisipasi varian Omicron," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Seluruh persiapan mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19 setelah Nataru, jelas Abdul Hakam, sudah dilakukan mulai dari penyediaan ruang rawat di seluruh rumah sakit di Kota Semarang, ruang isolasi berpusat dengan kapasitas ribuan tempat tidur, obat-obatan hingga tenaga kesehatan.

Saat ini dilakukan pengetatan untuk antisipasi masuknya covid-19 varian baru omicron, lanjut Abdul Hakam, selain pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan juga pengetatan di setiap pintu masuk seperti bandara, pelabuhan, stasiun dan terminal bus.

"Kita waspadai kedatangan dari luar negeri, karena negara tetangga juga ada kasus omicron," imbuhnya. (OL-13)

Baca Juga: Pemkot Tebing Tinggi Siapkan Operasi Pasar Sembako Jelang Nataru

 

BERITA TERKAIT