05 December 2021, 06:22 WIB

BNPB Berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk Tangani Erupsi Gunung Semeru


Ferdian Ananda Majni | Nusantara

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Panglima TNI untuk meminta dukungan personel dan peralatan dalam menangani erupsi Gunung Semeru.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah, PVMBG, BNPB, BPBD maupun pemerintah daerah dan tidak terpicu isu yang tidak benar,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi, Minggu (5/12).

Ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan penanganan masyarakat yang terdampak erupsi. Begitu juga otoritas setempat masih memastikan proses evakuasi terhadap warga.

Baca juga: BNPB Kirimkan Tim Reaksi Cepat dan Logistik untuk Penanganan Erupsi Gunung Semeru

"Informasi sementara, belum ada informasi pendaki gunung yang terjebak saat erupsi berlangsung," sebutnya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Lumajang masih memastikan apakah masih ada penambang pasir yang terjebak saat peristiwa terjadi.

Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB akan melakukan pemutakhiran informasi penanganan darurat Erupsi Gunung Semeru melalui konferensi pers setiap hari pada pukul 18.00 WIB.

Pada Sabtu (4/12) sore, Gunung Semeru, yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur, mengalami guguran awan panas. Material vulkanik yang terpantau pada pukul 15.20 WIB ini mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Menurut data PVMBG, aktivitas Gunung Semeru berada di kawah Jonggring Seloko. Kawah ini berada di sisi tenggara puncak Mahameru. Sedangkan karakter letusannya, Gunung Semeru ini bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi 3 – 4 kali setiap jam.

Karakter letusan vulcanian berupa letusan eksplosif yang dapat menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sementara, karakter letusan strombolian biasanya terjadi pembentukan kawan dan lidah lava baru.

Saat ini, Gunung Semeru berada pada status level II atau ‘waspada’ dengan rekomendasi sebagai berikut.

Masyarakat, pengunjung atau wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Selanjutnya masyarakat diminta menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.

Kemudian perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Tentunya mewaspadai ancaman lahar di alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.

Terkait dengan perkembangan erupsi Gunung Semeru, BNPB mengimbau warga untuk tetap waspada dan siaga dengan memperhatikan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh PVMBG. BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat dalam penanganan darurat erupsi. (OL-1)

BERITA TERKAIT