04 December 2021, 22:09 WIB

Erupsi Gunung Semeru : BNPB Minta Aktivitas di DAS Mujur dan Curah Kobokan Dihentikan Sementara 


Akmal Fauzi | Nusantara

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto meminta masyarakat dan para penambang tidak melakukan aktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Mujur dan Curah Kobokan, Jawa Timur. BNPB telah merespon menyusul erupsi di Gunung Semeru. 

"Anggota BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya segeramenuju lokasi kejadian di sektor Candipuro-Pronojiwo untuk melakukan pemantauan, kaji cepat, pendataan, evakuasi dan tindakan lainnya yang dianggap perlu dalam penanganan darurat," ujarnya, Sabtu (4/12). 

Selain itu, Tim BPBD Kabupaten Lumajang juga mengupayakan untuk mendirikan titik pengungsian sektoral di Lapangan Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. 

"Lokasi pengungsian yang saat ini sudah terisi ada di 3 desa, di 2 kecamatan yaitu Desa Supiturang dan Desa Curah Kobokan di Kecamatan Pronojiwo dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro," jelasnya. 

Dia mengatakan personel TNI-Polri juga membantu proses evakuasi. Selain itu, tim evakuasi juga terhambat jembatan putus. 

Baca juga : Gunung Semeru Berstatus Waspada, Warga Diminta Tidak Beraktivitas di Radius 1 Kilometer dari Kawah 

"Ada Kendala Evakuasi karena Jembatan Perak penghubung Kecamatan Candipuro-Pronojiwo putus yang akan segera kami koordinasikan dengan TNI-POLRI untuk penanganan dan kemungkinan jembatan darurat," kata dia. 

Suharyanto menjelaskan BNPB malam ini sudah mengirimkan tim reaksi cepat untuk mendampingi BPBD Kabupaten Lumajang dan BPBD Provinsi Jawa Timur melalui jalur darat dengan membawa logistik seperti selimut, makanan siap saji, terpal, tenda darurat dan logistik dasar lainnya. 

"Atas petunjuk Bapak Presiden, Saya sendiri sebagai Kepala BNPB akan ke lokasi besok pagi untuk memastikan tahap-tahap penanganan darurat khususnya penanganan pengungsi berjalan secara tepat dan cepat untuk meminimalkan potensi korban," jelasnya. 

Berdasarkan data yang dihimpun pukul 19.15 WIB, ada 35 warga mengalami luka bakar akibat awan panas guguran Gunung Semeru. 11 orang di antaranya dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan. (OL-7)

BERITA TERKAIT