04 December 2021, 14:55 WIB

Status Tanggap Darurat untuk Bencana Lahar Hujan Gunung Merapi


Agus Utantoro | Nusantara

BUPATI Sleman Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi. Ini melalui Keputusan Bupati Sleman nomor 72/Kep.KDH/A/2021 tentang tanggap darurat bencana lahar hujan Gunung Merapi.

Menurut Bupati, keputusan itu diambil untuk menindaklanjuti terjadinya lahar hujan yang menerjang sebagian wilayah di Kabupaten Sleman, Rabu (1/12). Kejadian alam tersebut mengakibatkan dampak kerusakan pada pipa jaringan air bersih di sepanjang aliran sungai gunung Merapi yang dimanfaatkan warga pada empat kalurahan.

"Kami menetapkan status tanggap darurat bencana lahar hujan gunung Merapi sebagai upaya cepat untuk langkah penanganan," kata Kustini saat dikonfirmasi, Sabtu (4/12). Status tanggap darurat juga ditetapkan sejak 2 Desember hingga 15 Desember. 

Kebijakan itu diambil setelah melalui rapat koordinasi terkait penanganan jaringan air bersih warga yang terputus akibat banjir lahar hujan. Dengan keputusan tersebut, diharapkan Kustini, dapat mempercepat penanganan bencana di Bumi Sembada. 

Nanti, perbaikan jaringan air bersih yang rusak bakal menggunakan pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). "Kebutuhan yang digunakan berapa. Saat ini masih dihitung untuk kebutuhan riilnya," terang Kustini.

Terkait kebutuhan air bersih warga, Pemkab Sleman telah melakukan droping air di beberapa titik. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses perbaikan jaringan pipa air yang agar kembali bisa digunakan.

"Dropping air sudah dilakukan di Kalurahan Hrgobinangun, Umbulharjo, dan Glagaharjo. Kebanyakan warga di tempat itu mendapatkan air bersih dari jaringan pipa yang rusak itu," tambah Kustini.

Baca juga: Warga Lembata Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19 di KP3 Laut

Kustini meminta masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi untuk waspada terhadap bahaya lahar dingin Gunung Merapi. "Untuk sementara jangan mendekat ke sungai-sungai di lereng Merapi sampai situasi benar-benar aman," pungkas Kustini. (OL-14)

BERITA TERKAIT