03 December 2021, 10:05 WIB

Banjir Surut Sampah Kayu Tutupi Badan Sungai di Kalsel


Denny Susanto A |

PASKA bencana banjir sampah menjadi persoalan tersendiri dihadapi pemerintah kabupaten di Kalimantan Selatan. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sampah kayu dan bambu (raba) menutupi badan sungai hingga berkilo-kilo meter.

Sampah sungai ini menutupi badan sungai ratusan meter hingga beberapa kilometer. "Seperti banjir besar pada awal 2021 lalu, sampah kayu dan bambu yang menumpuk di badan sungai menjadi masalah dihadapi pemda. Sampah sisa banjir terdahulu juga belum sepenuhnya tertangani, sekarang bertambah," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hulu SungainTengah, Budi Haryanto.

Sampah-sampah ini harus segera ditangani, karena akan menjadi pemicu banjir susulan jika hujan kembali datang. Penumpukan sampah terparah terjadi di daerah aliran sungai Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan dan Desa Aluan Besar, Kecamatan Batu Benawa. Volume sampah berupa kayu dan bambu ini diperkirakan mencapai ribuan meter kubik.

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ahmad Yani, Jumat (3/12) mengatakan pihaknya telah melaporkan dan meminta bantuan Balai Besar Sungai guna menangani permasalahan sampah sungai (raba) ini.

Selain Pemkab setempat, organisasi lingkungan Walhi Kalsel bersama UNDP sebelumnya juga melakukan pembersihan sampah sungai sisa banjir awal 2021 lalu dengan melibatkan masyarakat di empat desa di Kecamatan Batubenawa dan Hantakan.

Pada banjir Januari 2021 lalu volume ini mencapai 15 ribu ton. Sepanjang 2021 ini Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah empat kali dilanda banjir. Terakhir banjir terjadi di penghujung November yang melanda 10 kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan melumpuhkan Kota Barabai, ibukota kabupaten.

"Di Hulu Sungai Tengah banjir sebagian besar sudah surut. Beberapa lokasi di daerah dataran rendah masih terendam dengan ketinggian banjir berkisar 10 cm hingga 50 cm," ujar Ahmad Yani.

Data terkini dampak bencana banjir yang dikeluarkan BPBD Provinsi Kalsel mencatat banjir melanda 137 desa di 35 kecamatan pada lima kabupaten meliputi delapan kecamatan di Hulu Sungai Utara, empat kecamatan di Tabalong, tujuh kecamatan di Balangan, 11 kecamatan di Hulu Sungai Tengah dan delapan kecamatan di Hulu Sungai Selatan.

Banjir menyebabkan 9.495 rumah warga yang dihuni 10.685 keluarga atau 31.136  jiwa terendam banjir. Sebanyak 18 jembatan rusak dan hancur, 39 titik tanah longsor dan 116 fasilitas umum rusak ringan dan berat. Sedangkan jumlah pengungsi yang sempat mencapai 5.000 orang kini berkurang menjadi 3.386 orang. (OL-13)

Baca Juga: Kominfo: Konten Pornografi, Perjudian dan Penipuan Dominasi Ruang Digital Indonesia

 

BERITA TERKAIT