02 December 2021, 23:03 WIB

Sikka Jadi Model Closed Loop Hortikultura di NTT


Gabriel Langga | Nusantara

MELALUI anak-anak muda yang terlibat di bidang pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin menjadi Kabupaten Sikka sebagai model closed loop komoditas hortikultura di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini dibuktikan dengan penandatangan memorandum of understanding (MOU) dan penanaman perdana kemitraan closed loop agribisnis hortikultura, kamis (2/12).

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Perekonomian Yuli Sri Willanti dalam sambutannya mengatakan, pertanian merupakan sektor penting karena manusia butuh pangan. Untuk itu, dukungan dari semua sektor ekonomi lainnya menjadi sangat penting bagi sektor pertanian.

"Program model closed loop hortikultura agribisnis yang kita jalankan di Sikka ini merupakan pertama di wilayah Indonesia Timur. Program ini sudah kita inisiasi dari 2020 yang diawali di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi," papar Yuli.

Ditambahkan Yuli, pihaknya ingin menjadikan Kabupaten Sikka sebagai model closed loop hortikultura di Nusa Tenggara Timur. Pemerintah, lanjutnya, ingin membangun ekosistem rantai pasok dan rantai nilai dari hulu sampai dengan hilir khusus komoditas hortikultura yang terintegrasi dengan semua kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

"Saya yakin program ini tidak hanya untuk komoditas hortikultura tetapi juga komoditas yang lainnya seperti tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan sebagainya. Nusa Tenggara Timur ini sangat kaya dengan seluruh komoditas kekayaan alamnya. Tinggal bagaimana mau melakukan ini bersama-sama untuk bersama kolaboratif di bidang pertanian," ujar dia.

Ia meyakini program model closed loop hortikultura yang dijalankan di Kabupaten Sikka kedepannya bisa berkembang di seluruh wilayahnya hingga bisa merambah lagi ke kabupaten lain yang ada di Nusa Tenggara Timur. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang telah merespon program ini dengan menyediakan lahan untuk pengembangan tanaman komoditas hortikultura," katanya.

Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Samsul Widodo mengatakan ia ingin menjadikan Kabupaten Sikka sebagai kabupaten juara petani muda khusus bidang hortikultura .

"Kalau kita bicara petani muda di bidang hortikultura, kabupaten lain harus datang belajar di Sikka. Makanya, saya berusaha membisik Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kementerian Perekonomian agar program pengembangan kemitraan closed loop hortikultura masuk di Kabupaten Sikka dan dijalankan oleh anak-anak muda kita," papar dia.

Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menyambut baik dengan program model closed loop hortikultura agribisnis terutama dijalankan oleh para petani muda di Sikka. Ia menyampaikan dalam menjalankan program ini kita harus percaya diri.

"Saya harap program ini bisa dijalankan dengan baik sehingga kedepannya Sikka bisa dijadikan tempat orang belajar tanaman hortikultura yang dikerjakan oleh orang-orang muda," ujar dia

Sementara itu, kelompok Muda Tani Farm yang dipimpin Yance Maring yang menjalankan program kemitraan model closed loop hortikultura agribisnis menyampaikan sebagai anak muda di Sikka ia merasa bangga bahwa program ini dijalankan pertama di wilayah Indonesia Timur terutama di Kabupaten Sikka. Menurut dia, untuk melibatkan anak muda untuk bergabung di program ini sangat tidak mudah karena mengajak mereka menjadi petani.

"Hari ini anak-anak muda menganggap menjadi petani itu adalah pekerjaan yang tidak menguntungkan atau petani itu adalah pekerja kasar sehingga banyak orang tidak tertarik menjadi petani," ujar Yance Maring ini.

Melalui program kemitraan model closed loop hortikultura agribisnis ini, jelasnya, anak-anak muda akan lebih tertarik untuk menjadi petani. "Kalau tidak ada yang mau menjadi petani maka kedepannya kita akan mengalami krisis petani. Jadi saya yakin dengan program ini akan memberi dampak bagi orang muda untuk menjadi petani," papar dia. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT