02 December 2021, 22:50 WIB

Antisipasi Varian Omicron, Pelaku Pariwisata Jawa Barat Percepat Vaksinasi


Bayu Anggoro | Nusantara

 

PELAKU usaha wisata di Jawa Barat kembali menjalani vaksinasi
covid-19 dosis kedua untuk mempercepat kekebalan komunal pada sektor
pariwisata.

Sektor pariwisata menjadi sorotan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) karena diprediksi terjadi peningkatan mobilitas warga dan adanya ancaman varian covid-19 Omicron.

Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat kembali
menggelar vaksinasi kedua yang merupakan rangkaian dari program
Jalanin (jalan-jalan sambil vaksin) pada 29-30 November di
Saung Angklung Udjo, Padasuka, Kota Bandung.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antar asosiasi PUTRI, AKAR-PHRI, ASITA, itu, juga didukung Dinas Kesehatan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Vaksinasi menggunakan vaksin Astrazeneca.

Ketua PUTRI Jawa Barat, Heny Smith, menjelaskan, adanya keikutsertaan
sektor wisata, pihaknya optimistis kekebalan kelompok tercapai pada akhir tahun.

Menurutnya, pelaku usaha pariwisata harus turut berperan aktif
mempercepat capaian vaksinasi. Karena, sektor pariwisata kerap dikategorikan sebagai klaster penyumbang kenaikan kasus positif covid-19.

"Tentunya hal ini harus ditunjukan dengan peran aktif para pelaku pariwisata yang turut menyelenggarakan kegiatan vaksinasi di lokasi  wisata dalam pencapaian target vaksinasi baik secara nasional maupun di Jawa Barat," ujarnya.

Pemerintah terus mengenjot vaksinasi nasional dengan menargetkan
vaksinasi 70% dari populasi penduduk menerima vaksin dosis pertama. Capaian ini melebihi dari yang ditargetkan World Health Organization (WHO) yaitu 40% dari total penduduk tervaksinasi lengkap hingga akhir 2021.

Kegiatan yang berlangsung 2 hari ini menargetkan 2.600 penerima vaksin kedua ini berjalan lancar dan berhasil memvaksinasi lebih dari 90% dari yang ditargetkan.

"hal ini menunjukan kesadaran para pelaku wisata dan masyarakat sekitar
yang semakin tinggi akan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi resiko
dan penyebaran virus korona," ujar Ketua Pelaksana Shobirin F Hamid.

Seperti diketahui, Menjelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, pemerintah akan menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat, dan sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus korona.

PPKM Level 3 di Indonesia berlaku pada 24 Desember 2021 - 2 Januari
2022. Pemerintah daerah diminta melakukan sosialisasi terkait peniadaan
mudik Nataru kepada seluruh masyarakat, dan dapat memberikan sanksi bagi yang melanggar. Selain itu, masyarakat diimbau tidak bepergian dan tidak pulang kampung dengan tujuan yang tak mendesak. (N-2)

BERITA TERKAIT