02 December 2021, 22:26 WIB

Sektor Pertanian NTT Tumbuh Positif


Gabriel Langga | Nusantara

DI TENGAH masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini, sektor pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur pertumbuhan ekonomi sangat positif dengan menunjukkan kinerja yang membanggakan. Demikian disampaikan oleh Manajer Perumusan Kebijakan Bank Indonesia NTT, Greis Dewi Roma Ito saat ditemui, Kamis (2/12).

Menurut dia, perekonomian kita di Nusa Tenggara Timur dibagi dalam 18 lapangan bidang usaha. Lapangan usaha terbesar di Nusa Tenggara Timur itu ada pada sektor pertanian dengan persentase 29 persen. Setelah itu ada pada administrasi pemerintahan, konstruksi dan perdagangan lainnya sebagainya. Artinya usaha perekonomian kita di Nusa Tenggara Timur lebih banyak di sektor pertanian.

"Selama pandemi ini, sektor pertanian ini selalu tumbuh positif. Kita harus ingat, saat pandemi yang sudah berjalan dua tahun ini, kita lihat bidang perdagangan itu negatif, konstruksi juga tumbuh negatif, pariwisata tumbuh negatif. Tetapi sektor pertanian kita di Nusa Tenggara Timur tumbuh positif di masa pandemi ini. Ini kan luar biasa sekali sektor pertanian ini," papar Greis.

Ia menyebut pertanian di NTT tumbuh positif dengan angka 4,26 persen di masa pandemi ini. "Artinya ketika pertanian ini tumbuh positif tidak berdampak pada masa pandemi," ujar dia.

Ditegaskan ketika sektor pertanian tumbuh positif itu berarti pertanian ini adalah masa depan kita karena meski di masa pandemi setiap orang sangat membutuhkan produk pertanian. "Karena itu pertanian di NTT harus dijadikan pegangan dalam mendukung sektor pangan dan pariwisata di NTT. Sektor pertanian ini bisa mendukung semua bidang," ujar dia.

Greis menambahkan selama ini keberadaan Bank Indonesia di NTT juga membantu masyarakat dengan berbagai bidang. Hal ini dikarenakan Bank Indonesia memiliki program binaan seperti dibidang pendidikan, peternakan, perikanan, tenun ikat dan lain sebagainya termasuk juga dengan sektor pertanian.

"Kalau pengembangan ekonomi kita selalu memberikan bantuan dan berikan pendampingan kepada kelompok- kelompok yang dapat mendorong perekonomian rakyat yang ada di Nusa Tenggara Timur ini. Kalau total keseluruhan ada 849 klaster binaan kita yang sudah kita sentuh tersebar di seluruh wilayah di Nusa Tenggara Timur," papar dia.

Untuk Kabupaten Sikka, jelasnya, pada 2021 ini, Bank Indonesia NTT  memberikan bantuan untuk Kelompok Muda Tani Farm yang diketuai oleh Yance Maring untuk pengembangan sektor pertanian di bidang hortikultura. "Kita berikan bantuan sebesar Rp200 juta untuk pengembangan pertanian dengan sistem irigasi tetes. Kita sudah realisasikan bantuan tersebut kepada Kelompok Tani Muda Farm ini," papar dia. (OL-15)

BERITA TERKAIT