02 December 2021, 18:48 WIB

Ribuan Penderita HIV/AIDS Di Jabar Belum Terdata


Naviandri |

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat memperkirakan terdapat sekitar 9 ribu Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) yang belum terdata dan terkontrol keberadaannya. Untuk itu, pemerintah setempat akan terus menyisir ODHA untuk dilakukan pemeriksaaan.

"Kita masih punya pekerjaan rumah. Kita akan terus mencari orang-orang dengan HIV positif. Dan di fasilitas kesehatan, untuk warga Kota Bandung ada 5.500 orang yang terjangkit HIV-AIDS," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P0) Dinkes Kota Bandung, Rosye Arosdiani, Kamis (2/11).

Dinkes Kota Bandung terus berupaya melakukan penyuluhan dan pendataan ODHA. Pihaknya, jelas Rosye, akan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat pengidap HIV-AIDS untuk segera memeriksakan dirinya ke  fasilitas kesehatan.

Rosye mengukapkan hingga saat ini masyarakat di Kota Bandung pengidap HIV-AIDS masih enggan memeriksakan diri. Dikatakan, HIV tidak hanya menyerang orang-orang dengan berperilaku berisiko saja, jadi jangan selalu diartikan bahwa hanya orang yang menggunakan jarum, melakukan seks bebas uamh alanm terkena AIDS. Saat ini, yang harus diwaspadai adalah kelompok risiko rendah yaitu ibu rumah tangga, serta anak-anak.

"Karena itu faktor lingkungan menjadi salah satu aspek untuk mendorong masyarakat pengidap HIV-AIDS agar mau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kita juga akan selalu memberikan perhatian dan pengobatan terhadap masyarakat yang terpapar virus HIV/AIDS,"ucapnya.

Hingga September 2020, tercatat 48.219 orang hidup dengan HIV di Jabar. Tercatat juga sebanyak 11.462 orang berstatus AIDS dari seluruh kabupaten kota di Jabar. Komisi Penaggulangan AIDS (KPA) Jabar  merilis dalam akun media sosialnya, dari Januari hingga Juni 2020, dari 136.377 ibu hamil yang dites HIV, 389 di antaranya dinyatakan terinfeksi HIV. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT