01 December 2021, 21:50 WIB

Pemkab Lamongan Siaga Bencana Hidrometeorologi


M Yakub | Nusantara

PEMKAB Lamongan, Jawa Timur waspada segala potensi bencana tanah longsor dan banjir luapan sungai Bengawan Solo yang mengancam. Ratusan petugas juga diminta siaga 24 jam antisipasi terhadap segala bencana hidrometeorologi.

Hal juga seiring fluktuasinya permukaan sungai Bengawan Solo akibat kiriman air dari kawasan hulu sungai dalam sepekan terakhir. "Kami diperintahkan siaga 24 jam menjaga segala kemungkinan yang terjadi," kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pemkab Lamongan, Arif Bakhtiar, Rabu
(1/12).

Menurut dia, kewaspadaan personel diharuskan mengingat hingga beberapa bulan memdatang potensi bencana  hidrometeorologi tejadi di berbagai daerah. Peningkatan kewasapadaan itu, lanjut dia, juga karena permukaan sungai Bengawan Solo yang dalam sepekan terakhir mengalami fluktuasi.

"Kondisi tersebut sangat rentan terjadi banjir luapan Bengawan Solo dan tanah longsor," tambahnya.

Ia menyebutkan dalam seoekan terakhir beberapa kawasan di Kabupaten Lamongan dalam kondisi siaga satu hingga siaga merah atau siaga tiga banjir. Meski demikian, luapan air Bengawan belum  sampai mengenangi pemukiman dan areal pertanian. "Karena tidak lama kemudian posisi permukaan sungai surut kembali," tandasnya.

Bupati Lamongon, Yuhronur sejak awal November lalu juga telah memerintahkan pada seluruh personel BPBD, Satpol PP, dan Damkar agar waspada. Petugas juga diminta agar menyiapkan Posko penanggulangan bencana bencana 24 jam.

Posko tersebut harus memantau debit air disemua titik air. Sehingga kondisi debit air dapat diinformasikan secara akurat. Satpol PP juga telah diminta aktif dalam upaya penanggulangan bencana tersebut. Diantaranya, dengan disiapkan dengan 30 personil Satpol PP dengan 3 armada untuk membantu masyarakat dalam penanganan bencana. (OL-15)

BERITA TERKAIT