01 December 2021, 21:15 WIB

KAHMI Medan Memulai Pendirian Pondok Literasi Warga


Yoseph Pencawan | Nusantara


MAJELIS Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kota Medan memulai
upayanya mendirikan Pondok Literasi warga dari Kelurahan Sunggal dengan
koleksi ratusan buku bacaan.

Suaib AK, Ketua Gugus Tugas Kelurahan Binaan MD KAHMI Medan, mengatakan
organisasinya telah mendirikan Pondok Literasi pertama yang berada di Gang Berkah, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

"Pondok Literasi ini adalah tempat warga membaca buku, baik buku yang
disediakan di sini atau yang dibawa," ujarnya seusai peresmian Pondok
Literasi Gang Berkah, Rabu (1/12).

Pendirian Pondok Literasi berawal dari komunikasi intensif yang dijalin
KAHMI Medan dengan warga terkait fasilitas-fasilitas publik sederhana yang dibutuhkan. Salah satu yang diinginkan warga adalah fasilitas yang dapat digunakan, terutama oleh anak-anak dan remaja, untuk kegiatan yang bermanfaat.

Salah satu fasilitas yang menjadi pilihan adalah tempat membaca buku yang dinamakan KAHMI Medan sebagai Pondok Literasi. Berbagai jenis buku bacaan disediakan di pondok ini.

Pondok Literasi ini menggunakan bangunan berbentuk saung berukuran sekitar 5x5 meter yang sebenarnya sudah lama dibangun warga setempat. Lokasi itu sebelumnya pernah menjadi tempat berkumpul para pengguna narkoba di daerah itu.

Namun kemudian di atas lokasi yang berada di bantaran Sungai Sunggal itu dibangun saung oleh warga dan digunakan sebagai tempat pengajian
anak-anak. Saung itu juga kerap menjadi tempat pertemuan ibu-ibu atau
kegiatan penyuluhan.

Dengan adanya program KAHMI Medan, saat ini pemanfaatan saung menjadi
lebih banyak, sekaligus menjadi tempat membaca atau Pondok Literasi.

Secara organisasi, program Pondok Literasi ini dilaksanakan KAHMI Medan
melalui Forum Alumni HMI-wati (Forhati). Rosliani, Presidium MD Forhati
Medan menyatakan Pondok Literasi ini dapat dihadirkan berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah setempat dan warga.

"Pemerintah dan warga tidak mengeluarkan biaya. Kami yang mencari sumbangan buku dan keperluan biaya untuk pendiriannya yang berasal dari para alumni," terangnya.

Pada awal pendiriannya ini Pondok Literasi Gang Berkah memiliki koleksi
lebih dari 185 buku dan puluhan Al Quran. Dalam kesehariannya nanti pondok ini akan dikelola warga secara sukarela dan disupervisi Forhati Medan.

Bila pondok ini berkembang dan membutuhkan lebih banyak koleksi buku, maka Forhati Medan akan menambahnya. Begitu pula bila ada buku yang rusak, maka Forhati Medan akan memperbaikinya.

Pondok ini dibuka untuk umum setiap hari mulai pagi hingga sore. Usia
pembaca pun tidak dibatasi karena ragam koleksi yang disediakan adalah
buku-buku yang dapat dibaca segala umur.

Untuk sementara ini Pondok Literasi belum melayani peminjaman buku. Forhati Medan masih mengkaji opsi layanan peminjaman buku pada Pondok Literasi tersebut.

Rosliani mengatakan program pendirian Pondok Literasi tidak berhenti di
Gang Berkah. Pondok ini menjadi percontohan untuk pendirian fasilitas
serupa di daerah-daerah lain di Medan, terutama di sejumlah kelurahan yang menjadi binaan KAHMI Medan. (N-2)

 

BERITA TERKAIT