01 December 2021, 21:08 WIB

Seks Menyimpang Picu Ledakan Kasus HIV/AIDS di Klaten


Djoko Sardjono |

LEDAKAN kasus HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah disebabkan perilaku seks menyimpang. Hal itu diungkapkan Amin Bagus Panuntun, pegiat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten, pada talkshow (tayang bincang) di RSPD Klaten, Selasa (30/11). Acara ini digelar ini dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia.

Menurut Amin, sejak 2007 sampai Oktober 2021, warga Klaten yang masuk kategori orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pernah dirawat sebanyak 1.147 orang. Kemudian, 49 ibu hamil yang mengidap HIV. ODHA yang menjalani terapi ART (antiretroviral therapy) tercatat sebanyak 383 orang, ODHA Lost Follow Up (LFU) atau perawatan 294 orang, ODHA rujuk keluar 53 orang, dan meninggal dunia 153 orang.

Ledakan kasus HIV/AIDS akibat homoseksual perlu mendapat perhatian. Orang tua pun harus mengawasi anak-anaknya yang laki agar tidak terjebak dalam homoseksual.

"Selain itu, peran tokoh agama agar dimaksimalkan untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat. Sehingga, penyimpangan seksual di kalangan anak laki-laki dapat dieliminasi atau ditekan," jelasnya.

Sementara itu, Fauzi Rifai yang juga pegiat KPA Klaten mengatakan, kunci agar masyarakat terhindar dari HIV/AIDS, yakni setia pada pasangan bagi yang sudah menikah. "Selain itu, untuk pencegahan tidak melakukan seks berisiko, melakukan tes HIV/AIDS di puskesmas atau rumah sakit, serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT