30 November 2021, 15:05 WIB

BIB Lembang Targetkan Rp19 Miliar dari Semen Beku pada 2022


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Nusantara

BALAI inseminasi buatan (BIB) Lembang menargetkan meraup pendapatan hingga Rp19 Miliar dari produksi dan distribusi semen beku di Lembang, Jawa Barat. Sebagai catatan, semen beku adalah semen yang diencerkan sesuai prosedur proses produksi sehingga menjadi semen beku dan disimpan dalam kontainer kriogenik berisi nitrogen cair pada suhu -196 derajat celcius.

Ketika akan digunakan untuk inseminasi buatan, semen beku tersebut dicairkan dengan air hangat 37-38 derajat celcius selama 15-30 detik atau bisa disebut proses thawing. Kepala BIB Lembang, Tri Harsi, menuturkan target tersebut naik 8% dari pendapatan 2021.

Baca juga: Kementan Prioritaskan Kesejahteraan Peternak Lewat Stabilisasi ...

"Targetnya tahun 2022 itu kami raup Rp19 Miliar. Atau naik 8 persen," ungkap Tri saat ditemui di lokasi balai inseminasi buatan Lembang Ditjen PKH, Selasa (30/11).

Menurut Tri, guna memenuhi target tersebut tidaklah mudah. Pasalnya, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi seperti untuk keperluan Pemerintah. Belum lagi adanya semen beku yang diberikan secara gratis bagi para peternak yang tengah merintis.

Maka, kata Tri, pihaknya akan lebih banyak melakukan improvisasi guna bisa meraup keuntungan yang ditargetkan. "BIB lembang sudah seperti swasta karena kami ingin bisa mendistribusikan semen beku  secara maksimal," paparnya.

Tri membeberkan BIB Lembang juga terus melakukan pelatihan kepada peternak lokal  agar peternakan mereka bisa berkembang. "Pembinaan di kelompok sudah lama, hampir tiap tahun, ada pelayan terpadu dengan fasilitasi melayani tentang reproduksi kemudian vitamin, pemberian bibit, serta vitamin obat," ujar Tri.

"Jika sapi yang ada di petani lokal tidak bunting, kami akan datangi untuk dilakukan pengawalan. Kita sarankan utk ganti baru jika memang terbukti sulit untuk pembibitan," tambahnya.

BIB Lembang aendiri sanggup memproduksi minimal 10 ribu dosis semen beku perharinya. "Rata-rata 300 dosis satu sapi. Ada yang banyak, kental, bagus, tergantung individu (sapi)," ungkapnya.

Nantinya, semen beku tersebut akan didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia. (Ykb/A-1)

BERITA TERKAIT