29 November 2021, 18:52 WIB

Pemkot Bandung Antipasi Munculnya Kasus Varian Omicron


Naviandri | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat menyebut hingga sekarang kasus virus Covid-19 varian baru omicron, belum ditemukan. Namun antisipasi sesuai dengan varian lainnya tetap dilakukan dengan mentaati protokol kesehatan  (prokes) di setiap aktivitas.

"Belum ada laporan atau ditemukannya warga Bandung yang terkena omicron. Untuk itulah kita terus mengingatkan warga untuk taat prokes, gunakan masker dengan benar dan batasi mobilitas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ahyani Raksanagara di Bandung Senin (29/11).

Selain itu, kata Ahyani pihaknya juga terus melakukan surveilans dan analisa data untuk memantau kondisi penyebaran virus dan vaksinasi di Kota Bandung. Pihaknya juga berharap agar warga Bandung semua bersabar dan waspada bahwa pandemi belum berakhir. Laksanakan prokes dan segera lakukan vaksinasi bagi yang belum divaksinasi.

"Kekebalan kelompok herd imunity dan target vakinasi 100 persen diakhir 2021 bisa tercapai dengan dukungan semua pihak.  Sosilaisasi, mobilisasi dan partisipasi masyarakat sangat berperan. Mari segera ke puskesmas atau pos vaksin bagi yang belum, vaksinasi merupakan  salah satu upaya untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat,"  jelasnya.

Berdasarkan data pada laman bandung.go.id per Minggu (28/11), dari target sasaran 1.952.358 orang warga Bandung, sudah 1.913.385 atau 98 persen yang sudah divaksin tahap pertama. Untuk tahap dua 1.574.958 orang atau 80.67 persen dan tahap tiga 25.878 orang atau 1.33 persen.

"Kita mencatat bahwa angka pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat tunggal hampir penuhi target. Yakni sekitar 2 persen lagi untuk memenuhi target pada dosis satu, percepatan bisa terlaksana  dikarenakan adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam pemberian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat," lanjutnya.

Karena itu, Dinkes Kota Bandung optimistis jika di akhir November 2021 capaian vaksinasi bisa menyentuh angka 100 persen. "Sekali lagi saya menghimbau kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi, untuk segera mendapatkan vaksin Covid-19. Sebab pergerakan masyarakat diluar, dinilai bisa menjadi resiko tinggi terhadap penularan  Covid-19, apalagi sekarang muncul varian baru omicron," tambahnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT