29 November 2021, 18:30 WIB

Menko PMK Minta Jambi Siap Antisipasi Dampak La Nina


Solmi Suhar | Nusantara


MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta Pemerintah Provinsi Jambi siap dan punya strategi cerdas mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi akibat akibat pengaruh La Nina, yang diprediski terjadi sampai Februari 2022.

"Saya minta setiap level pemerintahan dan masyarakat di Jambi melakukan tindakan antisipasi yang efektif dan cerdas," kata Muhadjir
pada Apel Siaga Bencana La Nina Provinsi Jambi yang dipusatkan di Kota
Sungaipenuh.

Dia menjelaskan, berpedoman pada laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dampak La Nina diprediksi terus berkembang di
Indonesia dengan intensitas lemah sampai sedang hingga Februari 2022.

Didampingi Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Sungaipenuh Ahmadi
Zubir, Menko PMK menyebutkan, Kota Sungaipenuh dan Kabupaten
Kerinci yang bertetangga-- dipetakan sebagai salah satu daerah rawan
bencana, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

"Melalui apel siaga ini saya harapkan daerah ini melakukan antisipasi
dini yang cepat dan tepat. Termasuk daerah lainnya di Jambi, kesiagaan
harus ditingkatkan," katanya.

Muhadjir Effendy menegaskan, sinergisitas dari intansi terkait dan
dukungan masyarakat sangat dibutuhkan menghadapi potensi ancaman
bencana di masa La Nina. Mulai level provinsi, kabupaten dan kota dengan organisasi perangkat terkait harus menyiapkan sumber daya dan bantuan relawan yang cukup untuk diterjunkan saat menghadapi bencana.

"Pada level masyarakat harus memastikan masyarakat tangguh dan informasi terkait kebencanaan benar-benar sampai. Tidak kalah penting ialahharus dilakukan penguatan manajemen bencana mulai dari rumah, sekolah, tempat ibadah, pelayanan kesehatan, kantor, pasar, dan
fasilitas-fasilitas umum yang ada," tambahnya. (N-2)

BERITA TERKAIT