29 November 2021, 17:27 WIB

Kalimantan Selatan Darurat Bencana Banjir


Denny S |

PROVINSI Kalimantan Selatan ditetapkan dalam status darurat bencana banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Enam kabupaten di Kalsel dilanda banjir dengan kondisi banjir terparah terjadi Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Senin (29/11) telah menginstruksikan seluruh dinas atau SKPD dan lembaga terkait untuk membantu percepatan penanganan dan tanggap darurat banjir di wilayah tersebut. "Seluruh  SKPD terutama BPBD, Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan untuk turun ke lapangan membantu masyarakat terdampak banjir," tegas Sahbirin.

Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir terjadi sejak Minggu (28/11) melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Balangan, Hulu Sungai Tengah, Tabalong, Banjar dan Hulu Sungai Utara. Saat ini lebih 1.000 orang terpaksa mengungsi ke lokasi aman baik ke lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah maupun ke rumah sanak keluarga mereka.

Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan salah satu daerah terparah dilanda bencana banjir untuk kali ke 3 selama November ini. Kepala BPBD Hulu Sungai Tengah, Budi Haryanto dalam laporan kebencanaannya mengatakan banjir telah merendami Kota Barabai  ibukota kabupaten sehingga menyebabkan aktivitas masyarakat dan pemerintah daerah lumpuh.

Bupati Hulu Sungai Tengah, Aulia Oktaviandi telah menetapkan kabupaten tersebut dalam status tanggap darurat bencana banjir. Tim SAR telah melakukan evakuasi besar-besaran masyarakat terdampak bencana termasuk keluarga Sekretaris Daerah dan Wakil Bupati.

Selain Kota Barabai, banjir juga melanda sejumlah kecamatan seperti Haruyan, Hantakan dan Batu Benawa. Banjir diperkiarakan masih akan terus berlangsung seiring kondisi hujan deras yang masih mengguyur wilayah tersebut dan kawasan Pegunungan Meratus.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinas Sosial Kalsel, Achmadi, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana banjir di berbagai kabupaten/kota terdampak. Bantuan berupa barang persediaan seperti tenda, matras, makanan anak, food ware, selimut, peralatan dapur, kasur dan lainnya.

"Tim Rescue Tagana turun dengan peralatan evakuasi perahu karet. Kita juga mendirikan dapur umum di Balangan dan Hulu Sungai Tengah. Lokasi pengungsian tersebar di berbagai daerah bencana," ujarnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT