29 November 2021, 17:26 WIB

Polisi akan Selidiki Penyebab Banjir Bandang di Kabupaten Garut


Kristiadi |

HUJAN deras yang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebabkan banjir bandang di sembilan desa dalam Kecamatan Karang Tengah dan Sukawening sejak Sabtu (27/11). Musibah ini berdampak pada 307 rumah. Kondisi kini telah berangsur normal tetapi aktivitas kegiatan bagi masyarakat belum benar pulih.

Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago mengatakan banjir bandang yang telah terjadi di Kabupaten Garut akan dilakukan penyelidikan terutama penyebab yang menerjang wilayah Kecamatan Sukawening dan Karang Tengah. Namun, saat ini pihaknya masih tetap fokus untuk menyelamatkan warga dan mengantisipasi risiko terjadinya bencana susulan.

"Ke depan kami melakukan penyelidikan, tetapi untuk sekarang masih tetap fokus menyelamatkan masyarakat termasuk mengantisipasi risiko supaya tidak terjadi bencana susulan. Akan tetapi, selama ini anggotanya masih berupaya memberikan langkah terutama penyelamatan warga yang berada di bantaran sungai," katanya, Senin (29/11/2021).

Ia mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Garut Kapolda Jabar Irjen Suntana sudah meninjau langsung lokasi kejadian dan memberikan kebijakan untuk membuat dapur umum serta menyelamatkan masyarakat di sepanjang bantaran sungai. Dapur umum tersebut ada di tiga titik yang dibangun oleh TNI, Brimob, dan Pemkab Garut sesuai dengan lokasi yang berdekatan dengan bencana.

"Langkah penyelamatan bagi warga yang berada di bantaran sungai menjadi penting karena rawan kembali terdampak manakala hujan kembali turun. Akan tetapi, masyarakat terdampak juga sudah diungsikan karena ada beberapa tempat pengungsian termasuk di pondok pesantren, masjid, dan gudang, serta telah disiapkan tempat tidur," ujarnya.

Baca juga: Jabar Tetapkan Tanggap Darurat untuk Tangani Banjir Bandang di Garut

Menurutnya, pascabanjir bandang di dua kecamatan itu, sudah ada upaya terutama trauma healing di lokasi-lokasi pengungsian bagi masyarakat dan anak-anak dengan diberi sejumlah hiburan. Namun, trauma healing diberikan oleh tim KPAI, anggota Polri, dan TNI supaya dari mereka bisa kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. (OL-14)

BERITA TERKAIT