29 November 2021, 15:16 WIB

Demam Berdarah kembali Mewabah di NTT


Palce Amalo | Nusantara

DEMAM berdarah dengue (DBD) kembali mewabah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama November 2021 tercatat 273 kasus DBD, melonjak dibandingkan Oktober sebanyak 110. 

Sesuai laporan Dinas Kesehatan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil NTT, Senin (29/11), total kasus DBD di 22 kabupaten dan kota mencapai 1.810 orang dengan 9 meninggal dunia. Sedangkan sejak Januari-28 November 2021, Kota Kupang tercatat sebagai daerah dengan kasus malaria terbanyak yakni 559 kasus dan 3 meninggal, kemudian Manggarai Barat dengan 407 kasus, Manggarai Timur 151 kasus, dan Sikka 117 kasus.

Kasie Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil NTT, Roswita mengatakan lonjakan kasus DBD di Manggarai Barat yang berawal 407 orang, saat ini berkurang menjadi 25 orang. "Pasien yang sembuh di Manggarai Barat sebanyak 394 orang dan tidak ada yang meninggal," katanya.

Sedangkan 25 pasien DBD di Manggarai Barat tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Labuan Bajo sebanyak 13 orang, PKM Labuan Bajo 5 orang, Rumah Sakit Siloam 4 orang, PKM Wae Nakang 1 orang, dan RS Santo Yoseph 2 orang. "Total suspek sebanyak 12 orang," katanya.

Menurutnya, kasus DBD periode Januari-28 November 2021 jika dibandingkan dengan kasus DBD 2020 pada periode yang sama terjadi penurunan kasus 76% dan kasus kematian menurun sebesar 84,5%. Dia menyebutkan permasalahan DBD di NTT disebabkan empat hal yakni peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian DBD masih rendah, koordinasi dan kolaborasi dengan lintas sektor belum berjalan baik, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) belum dilaksanakan secara rutin, serta penderita DBD yang meninggal karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. (OL-14)

BERITA TERKAIT