29 November 2021, 13:39 WIB

37 Siswa SD Positif Covid-19, Pemkot Denpasar Hentikan PTM


Arnoldus Dhae | Nusantara

PEMERINTAH Kota Denpasar, Bali, mengumumkan kepada seluruh sekolah tingkat SD/MI untuk tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam dua minggu ke depan sekali pun bersifat terbatas. Sebaliknya, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pendidikan mengumumkan agar pembelajaran dilakukan secara daring selama dua minggu ke depan. 

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Rai saat dikonfirmasi Senin (29/11/2021) membenarkan PTM di tingkat SD/MI ditiadakan dalam dua minggu ke depan. Terhitung sejak hari ini PTM di tingkat SD/MI ditutup untuk sementara. "PTM memang ditutup tetapi pembelajaran daring tetap dilaksanakan seperti biasa, seperti yang pernah dilakukan selama ini," ujarnya.

Menurut Dewa Rai, penutupan PTM dilakukan setelah memperhatikan situasi pandemi covid-19 di Kota Denpasar saat ini. Selain itu berdasarkan sampling hasil swab PCR di sekolah-sekolah yaitu SD/MI Kota Denpasar, pihaknya mengimbau agar dalam dua minggu ke depan PTM ditutup. 

"Hasil swab PCR secara acak terhadap siswa SD ada 37 siswa yang positif. Kami tidak bisa menyebut asal sekolahnya. Namun ada 37 siswa SD yang positif. Makanya PTM ditutup sementara," ujarnya. 

Namun berhubung mulai hari ini di SD/MI dilaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022, pihaknya meminta kepala sekolah melaksanakannya secara PTMT. Tetapi itu pun seizin pihak terkait dan agar membuat surat keterangan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.

Baca juga: Vaksinasi di Purbalingga Capai 62,97 persen

Ia menegaskan, setelah pembelajaran daring selama dua minggu, pihaknya akan mempertimbangkan lagi untuk kembali PTM atau dengan ketentuan lain. Keputusan belum bisa diambil saat ini oleh Satgas Covid-19 karena masih melihat perkembangan selanjutnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT