27 November 2021, 20:00 WIB

Akademisi Pasuruan Sambut Investasi Kosmepack


Mediaindonesia.com | Nusantara

MEMBAIKNYA ekonomi karena turunnya penderita covid-19 turut dirasakan sejumlah daerah. Di Kabupaten Pasuruan yang dikenal sebagai salah satu jantung industri di Jawa Timur berskala nasional turut menyambut datangnya investor. 

"Investasi dari pusat ke daerah sangat mendukung ekonomi di Kabupaten Pasuruan. Kami selaku akademisi dan elemen masyarakat di sini sangat bangga bahwa ekonomi nasional bangkit dari sini," ungkap Khoirul Huda, Wakil Rektor III Universitas Yudharta Pasuruan, dalam keterangan persnya, Sabtu (27/11).

Untuk itu, dia menyambut baik kehadiran salah satu unit bisnis milik J99, PT Kosmetika Global Printing and Packaging (Kosmepack) di Kabupaten Pasuruan. Bila ini terealisasi, imbuh Khoirul, tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang menjadi salah satu tulang punggung industri di Jawa Timur. "Tentu saja ini bisa menjadi berkah bagi Kabupaten Pasuruan agar ekonomi terus bangkit setelah dihantam badai covid-19 awal 2020. Teorinya bila investasi ditanamkan di satu tempat, bukan hanya dampak bagi warga sekitar, tetapi efek domino secara positif ikut naik," paparnya.

Khoirul yang juga sebagai pengamat masyarakat Kabupaten Pasuruan menilai investasi di daerahnya telah memberi kontribusi pada peningkatan PAD maupun warga secara langsung melalui kegiatan ekonomi. Apalagi dengan bisnis J99 yang telah tersebar di berbagai kota, dia berharap agar daerahnya bisa ikut dilirik. "Saya mendengar investasinya bernilai puluhan miliar rupiah di Kosmepack. Tentu ini industri padat karya yang harus kita kawal agar investor tetap nyaman di sini guna memberi dampak positif bagi warga Kabupaten Pasuruan," katanya. 

Kawasan Sukorejo-Pandaan, misalnya, Kabupaten Pasuruan, merupakan salah satu jantung ekonomi karena menampung berbagai industri besar. Dia menyebut di kawasan tersebut, industri yang ada bukan hanya berkelas nasional, tetapi internasional mulai dari pabrik air minum, makanan, konveksi, hingga manufaktur. Tentu saja semua investasi yang dijalankan dalam kawasan tersebut mengutamakan warga lokal sebagai tenaga kerja. Selain banyak menyerap masyarakat daerah untuk bekerja, investasi itu memunculkan beberapa bisnis yang saling melengkapi, seperti warung, toko, laundry, dan kos.

Terkait isu sejumlah orang tertentu berniat mengganggu iklim investasi di Kabupaten Pasuruan, Khoirul mengimbau para calon investor jangan terlalu menghiraukan riak-riak kecil itu karena mereka tidak mewakili masyarakat. "Mereka hanya memiliki kewenangan untuk mengkritik, tetapi untuk perizinan, eksekusi, dan teknis lain adalah kewenangan aparat. Percayalah, Kabupaten Pasuruan tetap nyaman dan aman untuk ivestasi," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Agus Prianto, Kepala Prodi Adm Publik Universitas Yudharta Pasuruan sekaligus Kandidat Doktor Public Policy Universitas Brawijaya Malang. Dia menyebut investasi di Kabupaten Pasuruan tidak dipersulit oleh pihak mana pun. Sejatinya berkat para investor, ekonomi secara makro ikut maju setelah sempat mati suri beberapa waktu karena pandemi covid-19. 

"Ketika mendengar selama pandemi covid-19 banyak perusahaan di Kabupaten Pasuruan melakukan PHK, saya tentu sangat sedih. Bagaimana nasib keluarganya, nasib pedagang yang menggantungkan ekonomi mereka dari para buruh pabrik? Kami berharap Kosmepack tetap berbisnis di Kabupaten Pasuruan agar ekonomi warga bisa bangkit kembali," imbuhnya.

Seperti diketahui, Gilang Widya Pramana selaku owner J99 beberapa waktu lalu menyebut pihaknya bakal menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah untuk pengembangan berbagai unit usahanya, salah satunya di Kabupaten Pasuruan. Selain telah memiliki pabrik di Surabaya, Malang, dan Cikarang, dia menyebut Pasuruan sebagai salah satu daerah yang masuk nominasi pengembangan unit bisnisnya. 

Baca juga: Tes Acak Covid-19 di Yogyakarta Digencarkan

"Kami siap berinvestasi di daerah yang ramah terhadap investor tentu dengan jaminan keamanan, kemudahan perizinan, dan lainnya. Kami percaya kerja sama yang baik antara investor dan aparat terkait menjadi kunci membaiknya ekonomi Indonesia secara makro sesuai dengan yang diharapkan pemerintah," pungkas Gilang. Pada 2022, dia siap menggebrak dengan beberapa investasi bernilai puluhan miliar rupiah di kota-kota lain di Indonesia. (OL-14)

BERITA TERKAIT